Tugujatim.id – Momen Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia (RI) dapat diperingati melalui beragam cara. Seperti yang dilakukan Mulyono, salah satu kontributor Tugu Media Group yang memilih menapaki jejak alam dan sejarah di Gunung Muria, salah satu gunung legendaris di utara Pulau Jawa bagian utara.
Konon, Gunung Muria dipercaya menyimpan kekayaan spiritual, budaya, dan panorama alam yang menakjubkan.
“Pegunungan yang meliputi kabupaten Kudus Pati dan Jepara ini bukan hanya sekadar deretan puncak tinggi, namun juga tanah yang pernah disinggahi para wali, pertapa, dan pejuang dalam perjalanan batin mereka,” ungkap penulis Mulyono.
Dia menjelaskan, dirinya menempuh jalur pendakian Basecamp Rahtawu dan Basecamp Rajenu di Kabupaten Kudus. Selain itu, bagi para pendaki dapat pula menyusuri 7 puncak utama Gunung Muria yang mempunyai ketinggian, cerita mistis, dan aura religius masing-masing.
Beberapa Puncak di Gunung Muria
1. Puncak Songolikur (1.602 mdpl)
Puncak Saptorenggo tertinggi Gunung Muria sering disebut juga sebagai Puncak 29. Angka 29 merujuk pada jumlah anak tangga batu yang diyakini menuju tempat bertapa para wali. Dari puncak ini, panorama Laut Jawa dan gugusan pegunungan tampak jelas. Aura religiusnya terasa dari banyaknya pendaki yang melakukan tirakat, terutama di malam-malam tertentu.
2. Puncak Natas Angin (1.552 mdpl)
Nama “Natas Angin” berarti “atap angin”. Dari sini hembusan angin terasa begitu kencang, seolah-olah sedang berada di atap dunia. Konon, tempat ini menjadi lokasi para leluhur dan wali bersemedi untuk mencari petunjuk Ilahi.
Mistis dan religius berpadu dalam kesunyian yang membelai jiwa. Puncak ini terdapat puncak bayangan yang mengekor panjang yang sering disebut jalur Naga.

3. Puncak Abiyoso (1.526 mdpl)
Abiyoso dikenal sebagai tempat para petapa kuno mencari kesempurnaan hidup. Jejak pertapaan masih terasa kuat, dan banyak pendaki merasakan keheningan spiritual saat berada di puncak ini. Dari Abiyoso, terlihat jelas puncak-puncak lain yang melingkari Muria, memberi kesan kebersamaan yang selaras dengan semangat kemerdekaan.
4. Puncak Argopiloso (1.509 mdpl)
Puncak ini menyimpan aura mistis yang sangat kuat. Kata “Argopiloso” sendiri dihubungkan dengan filosofi atau kebijaksanaan. Banyak orang datang untuk bertafakur, mencari pencerahan, bahkan sekadar meresapi keindahan alam.
Nuansa heningnya memberi ruang untuk merenungkan arti perjuangan bangsa. Di basecamp terdapat mata air tiga rasa yang diyakini sebagian masyarakat mempunyai kekuatan spiritual dan penyembuhan.
“Mendaki ke Puncak Muria dalam rangka HUT RI memberikan kesan untuk meresapi sinar perjuangan yang tidak pernah padam. Di sini banyak pendaki merasakan keheningan batin sekaligus keteguhan jiwa, mengingatkan bahwa kemerdekaan adalah hasil dari perjuangan panjang dan pengorbanan tanpa pamrih,” sambung Mulyono.
Rahtawu dan Rajenu: Dua Gerbang Spiritualitas
Basecamp Rahtawu (Kudus) dikenal dengan jalur yang religius, melewati makam-makam keramat dan tempat semedi para wali. Banyak peziarah datang tidak hanya untuk mendaki, tetapi juga untuk ngalap berkah.
Basecamp Rajenu (Dawe Kudus jalur gerbong pati) menyajikan jalur yang lebih menantang dengan panorama hutan rimba, sekaligus membuka sisi mistis Muria yang masih perawan dan alami.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mulyono
Editor: Dwi Lindawati








