MADINAH, Tugujatim.id – Rombongan “Catatan Umrah” bersama Chatour Travel dan Tugu Media Group ada peserta difabel. Berikut catatan seri ke-11 yang kisahnya menginspirasi.
Kisah inspiratif ini datang dari keluarga Walid El Umar Sabiladin, warga Kota Surabaya yang juga peserta umrah bersama Chatour Travel. Dia memiliki impian membawa istri dan anak-anaknya untuk umrah. Tapi sebelas tahun yang lalu, keluarga ini sempat menjadi korban umrah bareng First Travel.
Penipuan First travel memakan banyak korban. Salah satunya menimpa keluarga Walid. Pada 2014 atau 11 tahun lalu, mereka pernah mendaftar umrah dengan total 6 orang melalui First Travel. Yakni Walid, istri, dan empat anaknya.
Nahas, First Travel kolaps hingga menelan korban 63.310 calon jemaah umrah dan rugi capai Rp905 miliar. Padahal, travel ini awalnya aktif memberangkatkan jemaah.
“Uang saya waktu itu yang hilang Rp102 juta. Saya mendaftar 6 orang. Satu calon jemaah membayar Rp17 juta,” kata Walid dalam perjalanan menuju Madinah beberapa hari lalu.
Setelah sebelas tahun berlalu, Walid dan keluarganya bisa berangkat umrah. Impiannya terwujud berangkat umrah bersama istrinya yakni Anis Azizah dan ketiga anaknya yakni Tazkiyah Naura Khanza Zahrani, Tasya Mutia Khanza Zahrani, dan Aurelia Nazwa Tsabita Zaidani.
”Anak saya yang pertama sebelumnya sudah berangkat umrah duluan, jadi sekarang tidak ikut,” katanya.
Ada kisah menarik sebelum mereka berangkat. Yakni, istrinya Anis Azizah awalnya mau umrah sendirian.
”Karena istri saya kan kerja di RSI Surabaya. Dia dapat hadiah umrah untuk ulang tahun mereka yang ke-23 tahun,” katanya.
Istri Pamit, Anak Istimewanya Ingin Ikut Umrah
Saat istrinya pamit kepada anak-anaknya, dia mengatakan, jawaban mengharukan diperoleh dari anaknya Tazkiyah Naura Khanza Zahrani. Anaknya ini penyandang difabel cerebral palsy atau lumpuh otak disebabkan oleh gangguan perkembangan otak pada anak. Akibatnya, anaknya mengalami gangguan pergerakan dan postur tubuh.
“Anak saya yang istimewa itu bilang, saya ikutkan Ma. Saya ikutkan Ma. Saya sudah hafal doanya,” cerita Walid sambil berkaca-kaca.
Saat istrinya izin sekitar tiga bulan lalu, dia melanjutkan, karena permintaan anaknya yang istimewa itu akhirnya Walid dan anak-anaknya juga berangkat umrah.

“Alhamdulillah, jelang berangkat itu ada saja rezeki, seperti ada klien yang tiba-tiba bayar, dan lain sebagainya. Pokoknya pengorbananlah untuk bisa berangkat,” imbuh pria yang bergerak di bidang usaha otomotif ini.
Walid melanjutkan, mempunyai anak istimewa, termasuk membawa anak istimewa umrah perlu kesabaran yang ekstra.
”Saya selalu yakin pada janji Allah yakni berbahagialah orang-orang yang sabar, termasuk pasti saya diberi anak istimewa ini ada rahasia Allah yang luar biasa,” katanya.
Semoga, dia mengatakan, dengan merawat anak istimewa penuh dengan keikhlasan, bisa menjadi timbangan amal dirinya di akhirat kelak.
”Saya dan keluarga saat di pesawat tidak perlu antre karena membawa anak ini. Semoga anak ini juga menjadi perantara yang menolong kami di akhirat kelak,” ujarnya.
Catatan: artikel ini adalah catatan umrah yang terwujud berkat kerja sama Chatour Travel dan Tugu Media Group. Selengkapnya soal Chatour Travel, kunjungi website resmi chatourtravel.id.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Irham Thoriq
Editor: Dwi Lindawati








