SIDOARJO, Tugujatim.id – Gubernur Jawa Timur, Hj. Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Sidoarjo, H. Subandi sidak distribusi beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) di Pasar Larangan, Sidoarjo.
Sidak (Inspeksi Mendadak) untuk memastikan ketersediaan beras medium bersubsidi dari Perum Bulog terdistribusi lancar kepada masyarakat dengan harga terjangkau.
Program SPHP sendiri menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas harga pangan, khususnya beras, yang merupakan kebutuhan pokok setiap rumah tangga.
Gubernur Khofifah dalam peninjauan tersebut menyambangi sejumlah kios dan toko pengecer mitra SPHP. Ia memeriksa langsung stok beras yang tersedia, harga jual di lapangan, hingga mekanisme pendistribusian melalui aplikasi digital yang kini mulai diterapkan. Sistem ini diharapkan memperkuat transparansi serta mencegah potensi penyalahgunaan dalam proses distribusi.

“Dari hasil pantauan, sebagian besar pedagang sudah mulai menggunakan aplikasi distribusi SPHP. Ini penting agar mekanisme penyaluran lebih tertib, sekaligus menghindari potensi penyelewengan. Beras adalah kebutuhan pokok setiap rumah tangga, sehingga ketersediaannya harus benar-benar dijaga,” ujar Khofifah.
Khofifah menegaskan bahwa hasil pengecekan di lapangan menunjukkan harga beras SPHP di setiap kios tidak melebihi Rp14.700 per kilogram. Harga ini lebih rendah dibandingkan harga beras medium non-subsidi yang beredar di pasaran, sehingga sangat membantu menjaga daya beli masyarakat.
BACA JUGA: Pemkab Sidoarjo Serahkan Bantuan untuk Mantan Napiter di HUT Ke-80 RI
“Alhamdulillah dari pantauan tadi, tidak ada kios yang menjual di atas Rp14.700/kg. Harga ini cukup membantu masyarakat di tengah tingginya kebutuhan. Kita berharap harga ini tetap terjaga stabil dan stok tersedia di seluruh titik distribusi,” ungkapnya.
Sementara Bupati Sidoarjo, H. Subandi, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera memperkuat koordinasi dengan Perum Bulog Cabang Sidoarjo. Menurutnya, permintaan beras medium di wilayah Sidoarjo sangat tinggi dan membutuhkan manajemen distribusi yang lebih intensif.

“Permintaan beras medium di Sidoarjo memang tinggi karena hampir semua rumah tangga mengandalkan beras sebagai makanan pokok. Oleh karena itu, kami berkoordinasi dengan Bulog agar stok tetap terjaga dan distribusi berjalan lancar. Harga SPHP yang dipatok Rp14.700 per kilogram ini harus tetap kita kawal agar masyarakat tidak terbebani,” tegas Subandi.
Selain meninjau harga dan stok, Gubernur Khofifah juga memastikan kualitas beras SPHP sesuai standar konsumsi masyarakat. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, Perum Bulog, dan Badan Pangan Nasional dalam menjaga kualitas sekaligus kestabilan harga.
Dalam dialog dengan pedagang, beberapa pengecer mengungkapkan bahwa keberadaan SPHP membantu mereka menjaga kelancaran penjualan sekaligus menarik minat pembeli. Harga yang lebih stabil membuat masyarakat lebih yakin berbelanja. “Sejak ada SPHP, pembeli lebih banyak datang karena harga Rp14.700/kg lebih terjangkau dibandingkan beras pasaran,” ujar salah seorang pedagang di Pasar Larangan.
BACA JUGA: Pemkab Sidoarjo Tancap Gas Percepatan Digitalisasi Pembayaran Hingga Tingkat Desa
Khofifah juga mengingatkan bahwa stabilitas harga beras berpengaruh langsung terhadap inflasi daerah. Karena itu, sinergi lintas sektor harus diperkuat, terutama dalam menjaga distribusi di wilayah strategis seperti Sidoarjo.
“Jika distribusi di Sidoarjo stabil, maka daerah sekitarnya juga akan merasakan dampak positifnya. Sidoarjo adalah daerah penyangga utama di Jawa Timur. Jadi menjaga stok dan harga di sini sama artinya dengan menjaga kestabilan harga pangan di wilayah sekitar,” jelasnya.
Masyarakat melalui program SPHP diharapkan memperoleh beras medium dengan harga terjangkau, tanpa mengurangi kualitas, sementara pedagang tetap mendapatkan keuntungan yang wajar. Program ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang menjaga ketahanan pangan serta melindungi daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Fauzan
Editor: Darmadi Sasongko








