JEMBER, Tugujatim.id – Kabupaten Jember kembali menunjukkan komitmen serius dalam mendukung sektor pertanian dengan menyerahkan 52 unit alat dan mesin pertanian (Alsintan) kepada para petani lokal. Langkah strategis ini menjadi bagian dari upaya ambisius Jember kembali jadi penghasil padi terbesar di Jawa Timur.
Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait) mengungkapkan bahwa bantuan alsintan yang diserahkan hari ini terdiri dari 30 unit traktor roda dua, 4 unit traktor roda empat, 15 unit rice transplanter, dan 3 unit combine harvester, serta peralatan pertanian lainnya.
“Ini bagian dari bentuk komitmen kita untuk memperjuangkan para petani bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah, baik pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat,” tegas bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu pada Kamis (28/8/2025).
Penyerahan alsintan ini bukanlah yang terakhir, karena pemerintah daerah berjanji akan memberikan lebih banyak lagi peralatan pertanian kepada petani di masa mendatang.

Tidak hanya berfokus pada penyediaan alsintan, melalui APBN 2025, Kabupaten Jember akan membangun jaringan irigasi untuk area seluas 724 hektar dan jaringan irigasi air tanah seluas 158 hektar.
Ambisi pembangunan infrastruktur pertanian semakin besar dengan rencana pembangunan irigasi di titik berbeda yang akan berdampak pada sawah seluas 2.725 hektar. Dari APBD Provinsi Jawa Timur, Jember juga mendapatkan tujuh titik pekerjaan yang akan mendukung sektor pertanian.
Yang paling mengesankan, program P3I (Percepatan Peningkatan Produktivitas Irigasi) akan dilaksanakan di 47 titik di Kabupaten Jember. Total pembangunan infrastruktur pertanian tahun 2025 akan berdampak pada sawah seluas 11.982 hektar.
Gus Fawait mengatakan bahwa upaya tersebut menjadi sejarah baru keberpihakan Pemkab Jember kepada para petani.
“Anggaran pembangunan infrastruktur pertanian gabungan tahun 2025 dan 2026 bahkan setara dengan total anggaran pembangunan infrastruktur pertanian selama 40 tahun terakhir di Kabupaten Jember,” kata Gus Fawait.
Program pembangunan berlanjut di tahun 2026 dengan pembangunan infrastruktur pertanian berupa jaringan irigasi yang akan berdampak pada 1.617 hektar dan jaringan irigasi air tanah untuk 78 hektar.
Tindakan strategis tersebut didasari oleh rekam jejak Jember yang sebelumnya pernah menjadi daerah dengan produksi padi tertinggi di seluruh Jawa Timur. Pada saat ini, posisi Jember berada di ranking keempat untuk tingkat produktivitas padi.
“Maka kami akan terus melakukan pembangunan infrastruktur pertanian ini sehingga target kami ke depan Jember harus menjadi yang terdepan, terbanyak untuk produktivitas padi dan produk-produk pangan,” pungkas Bupati Fawait.
Dengan kombinasi modernisasi alsintan dan pembangunan infrastruktur irigasi masif, Kabupaten Jember optimis dapat meraih kembali posisi puncak sebagai lumbung padi Jawa Timur dalam beberapa tahun ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








