TUBAN, Tugujatim.id – Gelombang kritik dari mahasiswa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Tuban kembali mengarah di depan Gedung DPRD, Rabu (03/09/2025). Kali ini mereka menyoroti kebijakan lokal terkait tunjangan DPRD Tuban serta rencana pengadaan mobil dinas baru yang menelan anggaran hingga Rp2,2 miliar.
Dalam aksi yang digelar, massa tampak bergantian berorasi. Mereka menyebut, kebijakan tunjangan DPRD Tuban dan pengadaan mobil dinas tersebut tidak tepat di tengah kondisi masyarakat yang masih menghadapi persoalan ekonomi.
Baca Juga: Demo HMI-GMNI di Tuban, Polres Siagakan Ratusan Polisi Jaga Keamanan Aksi
“Di saat banyak rakyat masih susah, malah ada pengajuan kendaraan dinas baru dengan nilai miliaran rupiah. Ini harus dievaluasi,” tegas Ketua Umum PC HMI Tuban Agus Siswanto.
Agus menambahkan, selain soal mobil dinas, mahasiswa juga menuntut DPRD Tuban mengevaluasi terhadap tunjangan perumahan bagi pimpinan dan anggota dewan. Menurut mereka, anggaran besar yang digelontorkan untuk fasilitas dewan lebih baik dialihkan ke kebutuhan rakyat.

Mahasiswa menegaskan, perjuangan mereka tidak berhenti di jalan. Tuntutan soal evaluasi tunjangan dan pengadaan kendaraan dinas akan terus dikawal sampai ada langkah nyata.
“Ini bukan sekadar aksi seremonial. Kami akan mengawal isu ini hingga ada perubahan nyata,” tutup Agus.
Ketua GMNI: Uang Rakyat Harusnya untuk Kepentingan Publik
Hal senada disampaikan Ketua DPC GMNI Tuban Luluk Widianto. Dia menilai, DPRD seharusnya menjadi teladan dalam penggunaan anggaran. Namun, dengan adanya kebijakan seperti itu, publik semakin merasa jauh dari wakilnya sendiri.
“Uang rakyat semestinya diprioritaskan untuk kepentingan publik, bukan justru menguatkan fasilitas DPRD. Kami mendesak agar tunjangan dan fasilitas ini dikaji ulang,” ujarnya lantang.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa membentangkan poster dan spanduk berisi kritikan. Mereka menilai, fasilitas berlebihan hanya akan memperlebar jarak antara rakyat dengan wakilnya.
Aksi itu akhirnya direspons langsung oleh Ketua DPRD Tuban Sugiantoro yang menemui massa di halaman gedung dewan. Politikus Partai Golkar ini menandatangani kesepakatan menerima aspirasi mahasiswa dan berjanji akan membawa tuntutan tersebut dalam forum resmi.

“Kami menerima semua aspirasi yang disampaikan. Nanti akan kami bahas bersama anggota DPRD lainnya,” ujar Sugiantoto singkat.
Meski berlangsung dengan suara lantang dan kritik tajam, aksi mahasiswa berjalan tertib. Polisi yang disiagakan hanya menjaga untuk memastikan situasi tetap kondusif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








