• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Maulid Nabi

Filosofi Lima Buah dalam Tradisi Maulid Nabi, Belimbing Hingga Pisang

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
9 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya menjadi momentum refleksi spiritual, tetapi juga sarat dengan tradisi dan simbol-simbol unik yang lahir dari kearifan lokal masyarakat Muslim.

Salah satunya adalah mengguna buah-buahan dalam peringatan Maulid, yang hingga kini masih lestari di berbagai daerah.

You might also like

Tuban

TNI dan Warga Gotong Royong Bersihkan Pantai Boom Tuban, Sampah Plastik Masih Mendominasi

05/06/2026 4:48 PM
Sekda Kota Batu.

3 Daftar Kandidat Kuat Calon Sekda Kota Batu, Siapa yang Terbaik Duduki Kursi?

05/06/2026 3:16 PM

Dilansir dari NU Online, masyarakat setempat kerap membawa beragam hasil bumi, terutama buah-buahan, sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat Allah SWT.

Tradisi ini tidak hanya bermakna sosial, tetapi juga memiliki nilai simbolik yang mendalam. Buah yang dibawa biasanya antara lain belimbing, manggis, jeruk bali, pisang, hingga buah alternatif seperti melon, apel, atau nanas.

Hal ini juga dijelaskan dalam jurnal berjudul Signifikansi Simbolik dan Filosofi Lima Macam Buah dalam Tradisi Maulid di Ponpes Assalafi Al Fithrah Surabaya. Jurnal itu, menguraikan bagaimana buah-buahan memiliki peran simbolis dalam memperkuat makna perayaan kelahiran Rasulullah SAW.

Hal ini juga mendapat legitimasi dari ajaran Hadratu Syaikh Achmad Asrori Al Ishaqi Ra., pengasuh Ponpes Al Fithrah Surabaya. Beliau menekankan adanya makna mendalam dari lima jenis buah yang kerap disajikan saat Maulid. Setiap buah menyimpan simbol yang dapat dijadikan renungan bagi umat Islam.

1. Belimbing: Simbol Keberkahan dan Rukun Islam

Buah pertama yang biasa dibawa adalah belimbing. Buah ini memiliki bentuk bintang dengan lima sudut, yang oleh masyarakat ditafsirkan sebagai simbol rukun Islam. Selain itu, belimbing juga menjadi lambang shalat lima waktu yang wajib dikerjakan oleh setiap Muslim.

Dari sudut pandang lain, belimbing juga mencerminkan keberkahan dari segala penjuru arah. Artinya, umat Islam berharap limpahan rahmat Allah SWT bisa datang dari timur, barat, utara, selatan, maupun dari langit dan bumi. Filosofi ini memperkuat keyakinan bahwa hidup akan berkah jika rukun Islam dijalankan dengan baik.

2. Manggis: Kejujuran dan Ketulusan Hati

Buah kedua adalah manggis, yang dikenal dengan kulit tebal berwarna ungu gelap. Uniknya, jumlah segi pada bagian bawah kulit manggis selalu sama dengan jumlah isi buah di dalamnya. Hal ini melambangkan kejujuran: apa yang terlihat di luar sama dengan yang ada di dalam.

Selain itu, daging buah manggis yang putih bersih menjadi simbol ketulusan niat dan kebersihan hati. Filosofi ini sejalan dengan pesan Rasulullah SAW bahwa amal perbuatan seseorang akan diterima Allah jika dilandasi niat yang tulus. Dengan demikian, manggis mengajarkan pentingnya konsistensi antara ucapan, perbuatan, dan isi hati.

3. Jeruk Bali: Kekuatan dan Kelembutan

Buah berikutnya adalah jeruk bali atau dalam bahasa Jawa dikenal sebagai jeruk gede. Jeruk ini memiliki kulit yang tebal dan kuat, namun isinya lembut serta menyegarkan. Filosofi yang terkandung adalah keseimbangan antara kekuatan dan kelembutan dalam diri seorang Muslim.

Selain itu, warna cerah dan aroma jeruk yang segar dianggap sebagai simbol kepribadian yang menyenangkan. Dengan demikian, jeruk bali mengajarkan umat Islam untuk menjadi pribadi yang tangguh sekaligus mampu memberi kenyamanan bagi orang lain.

4. Pisang: Manfaat dan Kerendahan Hati

Buah pisang juga selalu hadir dalam tradisi Maulid Nabi. Filosofi yang terkandung dalam pisang adalah bahwa hampir semua bagian dari tanaman pisang memiliki manfaat, mulai dari buah, daun, hingga batangnya.

Hal ini menjadi simbol bahwa seorang Muslim harus berusaha memberi manfaat bagi sesama, sesuai dengan sabda Rasulullah SAW: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.”

Selain itu, bentuk pohon pisang yang tidak terlalu tinggi melambangkan sifat lemah lembut dan rendah hati. Nilai kerendahan hati inilah yang menjadi teladan utama Rasulullah SAW dalam kepemimpinannya.

5. Melon, Apel atau Nanas: Buah Simbol Ketenangan

Buah kelima yang seringkali dijadikan pilihan adalah melon, apel, atau nanas. Ketiga buah ini disebut sebagai alternatif, sehingga umat dapat memilih salah satunya.

Di antara ketiga buah tersebut, melon memiliki filosofi yang kuat, yakni melambangkan sifat “adem” atau menyejukkan hati. Artinya, seorang Muslim diharapkan dapat menjadi penyejuk bagi lingkungannya, menebar kedamaian, dan tidak mudah terpancing emosi.

Apel juga sering dimaknai sebagai simbol kesehatan dan kekuatan, sementara nanas dengan bentuknya yang unik mencerminkan keteguhan dalam menghadapi cobaan hidup.

Tradisi Simbolik yang Terus Hidup

Tradisi membawa buah dalam peringatan Maulid Nabi SAW bukan sekadar ritual budaya, melainkan sarat makna spiritual. Setiap buah memiliki simbol tersendiri yang mengajarkan nilai kejujuran, keberkahan, kerendahan hati, hingga manfaat bagi sesama.

Tradisi ini juga dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkuat rasa syukur atas nikmat Allah, sekaligus menanamkan nilai moral kepada generasi muda.

Dari belimbing yang melambangkan rukun Islam hingga melon yang menyejukkan, filosofi lima buah dalam tradisi Maulid Nabi di Ponpes Al Fithrah Surabaya mengingatkan bahwa ajaran Rasulullah SAW tidak hanya hidup dalam teks, tetapi juga tercermin dalam budaya yang diwariskan turun-temurun.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter: Feni Yusnia

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: Maulid Nabi Muhammad SAWNU OnlinetradisiTradisi Nusantara
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Tuban

TNI dan Warga Gotong Royong Bersihkan Pantai Boom Tuban, Sampah Plastik Masih Mendominasi

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 4:48 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Suasana Pantai Boom Tuban tampak berbeda pada Jumat (05/06/2026). Ratusan prajurit Yonif Teritorial Pembangunan (TP) 932 Sunan...

Sekda Kota Batu.

3 Daftar Kandidat Kuat Calon Sekda Kota Batu, Siapa yang Terbaik Duduki Kursi?

by Dwi Linda
05/06/2026 3:16 PM
0

BATU, Tugujatim.id - Proses seleksi yang panjang akhirnya menentukan tiga kandidat kuat calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu. Ketiga calon...

Jombang

IPAL Rp7 M Belum Rampung, Sungai di Jombang Tercemar Limbah Tahu Bau Menyengat hingga 4 Km

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 2:30 PM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Bau menyengat dari limbah industri tahu, meresahkan warga di sepanjang aliran sungai Kecamatan Jogoroto dan sekitarnya, Kabupaten...

Mojokerto

Momen Libur Panjang, Stasiun Mojokerto Layani 9.000 Lebih Pelanggan

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 2:05 PM
0

MOJOKERTO, Tugujatim.id - Pihak PT Kereta Api Indonesia melalui Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya menyampaikan catatan atas momen libur panjang...

Next Post
LPPM UM.

LPPM UM Inisiasi Joint Riset: Kolaborasi Kampus-Sekolah demi Pendidikan Berdaya Saing di Era Industri 4.0

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID