MOJOKERTO, Tugujatim.id – IFH di Kabupaten Mojokerto pada Agustus 2025 tercatat sebesar -0,28 persen. Angka ini menunjukkan adanya penurunan harga komoditas secara umum. Salah satunya harga cabai rawit yang menurun.
Untuk diketahui, indeks fluktuasi harga (IFH) merupakan ukuran statistik yang digunakan untuk menunjukkan tingkat perubahan harga suatu barang atau kelompok barang dari waktu ke waktu. Indeks ini juga menjadi cermin seberapa besar harga naik atau turun dalam periode tertentu.
Dalam IFH di Mojokerto ini, ada tiga kelompok komoditas yang memberikan andil penurunan harga, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau; kelompok transportasi serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.
Sedangkan, delapan kelompok komoditas sisanya yakni kelompok pakaian dan alas kaki; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga.
Disusul, kelompok kesehatan; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya; kelompok pendidikan; serta kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran tidak memberi andil terhadap penurunan maupun kenaikan harga.
Baca Juga: Selama Juni 2025, Komoditas Ini Ikut Andil Terbesar IFH di Kabupaten Mojokerto
“Laju IFH Kabupaten Mojokerto dari Januari-Agustus 2025 sebesar 1,45 persen dan laju IFH tahun ke tahun atau year-on-year periode Agustus 2024 hingga Agustus 2025 sebesar 1,80 persen,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mojokerto Bambang Eko Wahyudi.
Komoditas utama terjadinya penurunan harga rata-rata dari bulan lalu adalah cabai rawit, bensin, tomat sayur, wortel, emas perhiasan, kentang, buncis, minyak goreng, daging sapi dan bayam. Sedangkan, komoditas yang mengalami kenaikan harga rata-rata dari bulan lalu yaitu bawang merah, beras, daging ayam ras, cabai merah, solar, telur ayam ras, kol putih/kubis, bandeng/bolu, gula pasir dan tepung terigu.
Penurunan IFH di Kabupaten Mojokerto pada Agustus 2025 disebabkan oleh turunnya harga cabai rawit. Turunnya harga ini terjadi akibat panen cabai rawit yang melimpah di sejumlah daerah sentra produksi cabai rawit di Jawa Timur.
Dengan demikian pasokan cabai rawit meningkat. Kondisi tersebut menyebabkan harga cabai rawit turun secara baik tingkat pedagang maupun konsumen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








