MOJOKERTO, Tugujatim.id – Indeks fluktuasi harga (IFH) di Kabupaten Mojokerto pada Juni 2025 tercatat sebesar -0,05%. Catatan tersebut menunjukkan adanya penurunan harga komoditas di Mojokerto secara umum.
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mojokerto mencatat terdapat beberapa komoditas yang menyumbang andil terbesar terhadap penurunan harga rata-rata.
Baca Juga: Selama Mei 2025, Komoditas Cabai Rawit Bikin Indeks Fluktuasi Harga di Mojokerto Turun
“Komoditas utama yang memberi andil terbesar terhadap penurunan harga rata-rata dari bulan lalu di Kabupaten Mojokerto pada Juni 2025 adalah emas perhiasan, bensin, bawang putih, minyak goreng, solar, bawang merah, gula pasir, wortel, udang basah dan teri,” kata Kepala Bappeda Kabupaten Mojokerto Bambang Eko Wahyudi, Senin (14/07/2025).
Bambang menambahkan, penurunan IFH di Kabupaten Mojokerto pada Juni 2025 dipengaruhi oleh turunnya harga emas. Penurunan harga komoditas di Mokokerto tersebut terjadi akibat beberapa faktor, meliputi menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, kebijakan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat yakni The Federal Reserve atau The Fed, hingga tekanan inflasi secara global yang mereda.
“Kombinasi faktor-faktor tersebut membuat harga emas cenderung turun, selanjutnya berdampak langsung pada menurunnya nilai IFH di Kabupaten Mojokerto,” lanjutnya.
Kategori Sayuran Dominasi Bulan Mei
Sementara, komoditas di Mojokerto yang mengalami kenaikan harga rata-rata dari bulan lalu didominasi kategori sayuran, yaitu tomat sayur, cabai rawit, daging ayam ras, cabai merah, tempe, telur ayam ras, jeruk, beras, buncis dan kentang.
Naiknya harga tomat sayur tersebut diduga dipengaruhi oleh beberapa faktor, utamanya karena terbatasnya pasokan tomat sayur di pasar akibat belum dimulainya masa panen. Hal ini membuat stabilitas pasokan terganggu. Kondisi ini tidak sebanding dengan tingginya permintaan, sehingga mendorong terjadinya kenaikan harga tomat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








