MOJOKERTO, Tugujatim.id – Tiga desa langganan krisis air bersih di Kabupaten Mojokerto masih ditopang oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur. Total 300 truk tangki dijadwalkan melakukan droping air pada 4 September-8 Oktober 2025.
“Ini tahap kedua. Tahap pertama sudah dilakukan droping untuk 3 desa terdampak kekeringan,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim, Jumat (12/09/2025).
Baca Juga: 300 Truk Tangki Air Bersih di Mojokerto Gelontor 3 Desa Kekeringan
Keterangan dari BPBD Kabupaten Mojokerto menyebutkan bahwa terdapat 1.499 kepala keluarga (KK) atau sekira 3.034 jiwa di Kunjorowesi, Ngoro, yang terdampak krisis air bersih. Disusul 567 KK atau sekira 1.861 jiwa di Manduro Manggung Gajah, Ngoro. Lalu, 503 KK atau 1.564 orang terdampak di Duyung, Trawas.
Droping air bersih berlangsung setiap hari oleh 10 armada truk tangki air kapasitas 4.000 liter. Untuk Kunjorowesi dijatah 4 tangki, Manduro Manggung Gajah dijatah 3 tangki, dan Duyung dijatah 3 tangki setiap harinya.
“Untuk bantuan dari BPBD provinsi sejumlah 300 truk tangki,” tandas Khakim.
Droping Air dari Dana APBD 2025-Perumdam Mojopahit
Sebelumnya, droping air bersih dilakukan oleh BPBD Kabupaten Mojokerto untuk periode 29 Juli hingga 1 September 2025. Pengiriman air tersebut juga berlangsung setiap hari dengan 10 armada truk tangki kapasitas 4.000 liter.
Program droping air bersih tersebut bersumber dari dana APBD Tahun Anggaran 2025 ditambah kerja sama dengan Perumdam Mojopahit.
“Sejauh ini belum ada laporan desa lain selain 3 desa tersebut. Kami juga anggarkan pada P-APBD untuk air bersih dan masih menunggu persetujuan,” sambung Khakim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








