TUBAN, Tugujatim.id – Dinas Sosial P3A dan PMD Kabupaten Tuban mengingatkan warga penerima bantuan sosial (bansos) agar menggunakan dana sesuai peruntukan. Peringatan untuk penerima bansos ini muncul setelah Kementerian Sosial (Kemensos) RI mencoret 854 keluarga penerima manfaat (KPM) di Tuban, sebagian besar karena terindikasi judi online (judol).
Kepala Dinsos P3A dan PMD Tuban Sugeng Purnomo menegaskan penerima bansos tidak boleh memakai dana untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.
Baca Juga: 600 Ribu Penerima Bansos Diduga Main Judi Online, Dinsos Tuban Tunggu Data Resmi
“Bantuan sosial harus benar-benar dimanfaatkan dengan baik. Kalau digunakan untuk judi online atau kepentingan lain yang menyimpang, maka konsekuensinya langsung diputus oleh pemerintah,” tegas Sugeng.
Berdasarkan data Kemensos, dari 854 penerima bansos yang dihapus, 253 KPM dinilai sudah sejahtera sehingga tidak lagi berhak menerima bantuan. Sementara itu, 601 KPM lainnya diputus bantuannya karena terindikasi judi online berdasarkan hasil analisis Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
“Kalau sudah mampu, otomatis tidak boleh menerima bansos lagi. Begitu juga yang kedapatan menyalahgunakan, langsung dihapus. Sistem sekarang sudah terintegrasi sehingga setiap penyalahgunaan bisa terlacak,” jelas Sugeng.
Data Penerima Bansos Berubah sesuai Validasi Ulang
Dia menjelaskan, data penerima bansos selalu berubah mengikuti kondisi sosial ekonomi warga. Setiap tahun ada verifikasi dan validasi ulang untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
“Banyak faktor kenapa bantuan diputus. Ada yang sudah mampu, ada anggota keluarga yang menerima gaji dari negara, atau memang terindikasi judi online. Jadi wajar kalau ada warga yang dulu dapat, sekarang tidak,” katanya.
Eks Kepala Dinakerin Kabupaten Tuban ini mengingatkan, tujuan utama bansos adalah membantu masyarakat miskin dan rentan agar bisa memenuhi kebutuhan dasar.
“Bansos ini bukan dana bebas. Ini wujud perhatian negara kepada masyarakat yang membutuhkan. Gunakanlah untuk kebutuhan rumah tangga, pendidikan, atau usaha produktif. Kalau digunakan untuk hal-hal negatif, justru merugikan keluarga sendiri,” ujarnya.
Dengan pencoretan ratusan KPM ini, pemerintah berharap bansos lebih tepat sasaran dan benar-benar bermanfaat bagi warga Tuban yang benar-benar membutuhkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








