MALANG, Tugujatim.id – Pekerja pemugaran Candi Jago di Desa Tumpang, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jatim, menemukan adanya batu bata kuno diduga berasal dari era Kerajaan Majapahit. Mereka menemukan batu bata kuno di halaman candi Jago saat pemugaran yang dilakukan sejak 29 Mei 2025.
Struktur bangunannya berupa tembok yang terbuat dari batu bata berwarna merah. Struktur bangunan yang terpendam sekira 20-30 sentimeter di bawah tanah itu tampak tersusun sangat rapi.
Baca Juga: Kali Pertama Candi Jago di Malang Dipugar, Turis Asing Bangga Datang saat Revitalisasi
Saat persiapan pemugaran pada Juni 2025, pekerja tidak sengaja menemukan struktur ini, hanya sekitar dua meter dari bagian depan Candi Jago.
Mereka menggali tanah untuk mengamankan batu-batu yang diturunkan dari candi agar tidak panas. Saat proses penggalian, mereka merasakan ada benda keras di bawah tanah.
“Kami membuka (tanah) sedikit, kok ada struktur dan batu batanya besar-besar. Ini di luar ekspektasi kami saat memugar,” ujar Juru Pelihara Candi Jago Imam Pinarko saat ditemui pada Senin (15/09/2025).

Pekerja menggalinya di bagian depan Candi Jago, dia mengatakan, strukturnya tampak memiliki bentuk yang simetris dengan candi. Bagian sudut struktur juga ditemukan di bagian selatan.
Dia mengatakan, ada empat lubang di sekitar candi untuk memastikan struktur bangunan kuno ini. Rencananya, dia melanjutkan, penggalian akan terus dilakukan untuk mengetahui lebih lanjut terkait bangunan tersebut.
“Kami ke depannya akan menggali sampai ke sana (ujung halaman),” kata Imam.
Dugaan Kuat, Ukuran Batu Bata Seragam Khas Kerajaan Majapahit
Dia menduga bangunan ini berasal dari era Kerajaan Majapahit karena menggunakan batu bata merah dengan ukuran seragam. Kerajaaan Majapahit saat dipimpin Hayam Wuruk dan Gajah Mada juga kerap menyelesaikan banyak bangunan yang belum selesai.
Saat itu, Candi Jago yang dibangun di masa Kerajaan Tumapel atau Singhasari diyakini belum selesai. Karena itu, dia mengatakan, pembangunannya diduga dilanjutkan di masa Kerajaan Majapahit.
“Mereka mengutus Adityawarman untuk menyelesaikan pemahatan Candi Jago ini. Buktinya, ada banyak relief berbentuk Surya Majapahit. Sementara Kerajaan Tumapel lebih mengenal (lambang) Nawa Sanga,” terang Imam.
Sedangkan kerajaan lain yang membangun memakai batu bata merah adalah Medang yang dipimpin Mpu Sindok. Tapi, dia melanjutkan, kerajaan ini biasanya lebih suka mendirikan bangunan baru daripada menyelesaikan bangunan yang sudah ada.
Era Mpu Sindok juga memakai batu bata dengan berbagai ukuran. Mulai dari ukuran tipis, sedang, tebal, hingga berbentuk sudut.
“Kalau era Majapahit, batu batanya seragam,” kata Imam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Dwi Lindawati








