MOJOKERTO, Tugujatim.id – Psikolog asal Kota Malang Abdul Hamid Cholili SPsi MPsi Psikolog ikut angkat bicara soal kondisi mental pelaku mutilasi Pacet, Kabupaten Mojokerto. Pelaku tersebut, menurut polisi, mengalami kondisi anomi.
“Soal kondisi anomi pada pelaku, artinya keadaan kehilangan norma, arah, dan nilai-nilai hidup. Dari sisi psikologi, kondisi ini membuat individu kesulitan mengendalikan dorongan emosi dan perilaku,” katanya, Rabu (17/09/2025).
Baca Juga: Kondisi Mental Pelaku Mutilasi Pacet Mojokerto usai Diperiksa, Ini Penjelasannya!
Masih kata Abdul Hamid, tekanan ekonomi yang dialami pelaku mutilasi Pacet ini bisa menjadi pemicu utama sehingga memperburuk perasaan frustrasi dan tidak berdaya. Tindakan tersebut menunjukkan adanya lemahnya empati dan kendali moral.
“Dalam kerangka psikologi kriminal, ini bisa terkait dengan kombinasi stres berat, distorsi kognitif, dan potensi gangguan kepribadian. Namun, anomi tidak selalu berarti gangguan jiwa klinis, melainkan lebih pada kondisi disorientasi sosial-psikologis yang ekstrem,” tambahnya.
Pelaku Alami Kondisi Anomi
Diberitakan sebelumnya, Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Fauzy Pratama mengatakan bahwa pelaku Alvi mengalami kondisi anomi. Kondisi ini membuat Alvi berbuat dehumanisasi terhadap korban Tiara termasuk berusaha menghilangkan jejak hasil penghilangan nyawa.
“Dari fakta-fakta yang didapatkan berdasarkan penyidikan, sebetulnya berat kami sampaikan ke publik. Intinya kasus (mutilasi) ini berbeda dengan kasus lainnya,” ungkapnya.
Kondisi yang dimaksud Fauzy adalah psikis pelaku. Kebanyakan kasus mutilasi yang terjadi, pelaku merasa benci atau marah berlebihan terhadap korban sehingga tidak cukup bila hanya membunuh saja.
“Dalam kasus ini motif dasar dari pelaku (Alvi Maulana) melakukan perbuatan itu berbeda dengan kasus-kasus yang lain,” tambah Fauzy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








