MOJOKERTO, Tugujatim.id – Fakta lanjutan mulai menyeruak soal kasus mutilasi di jurang Pacet, Kabupaten Mojokerto. Polisi menjelaskan kondisi psikis Alvi Maulana, AM, pelaku mutilasi Pacet, yang tega menghabisi kekasihnya sendiri, Tiara Angelina Saraswati atau TAS.
Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Fauzy Pratama mengatakan, pelaku mutilasi Pacet ini mengalami kondisi anomi. Kondisi ini membuat Alvi berbuat dehumanisasi terhadap korban Tiara termasuk berusaha menghilangkan jejak hasil penghilangan nyawa.
Baca Juga: Sosok Tersangka Kasus Mutilasi di Mojokerto Dikenal Pendiam saat Sekolah di Jombang
“Dari fakta-fakta yang didapatkan berdasarkan penyidikan, sebetulnya berat kami sampaikan ke publik. Intinya kasus (mutilasi) ini berbeda dengan kasus lainnya,” ungkapnya.
Kondisi yang dimaksud Fauzy adalah psikis pelaku. Kebanyakan kasus mutilasi yang terjadi, pelaku merasa benci atau marah berlebihan terhadap korban sehingga tidak cukup bila hanya membunuh saja.
“Dalam kasus ini, motif dasar dari pelaku (Alvi Maulana) melakukan perbuatan itu berbeda dengan kasus-kasus yang lain,” tambah Fauzy.
Dalam kasus ini, teori yang dipandang cocok adalah teori anomi yang dicetuskan Emile Durkheim. Teori tersebut menjelaskan sebuah keadaan tanpa norma atau disorientasi, di mana individu merasa kehilangan arah, tujuan, dan nilai-nilai yang jelas.
Faktor Ekonomi Diduga Pemicu Mutilasi
Diberitakan sebelumnya, kawasan Pacet Mojokerto digegerkan oleh penemuan potongan tubuh berupa kaki kiri di jurang. Potongan ini diduga korban mutilasi.
Setelah didalami, polisi menangkap pelaku mutilasi Pacet yang membuang potongan jasad korban di jurang Kabupaten Mojokerto. Pelaku tersebut berinisial AM, warga asal Labuhanbatu, Sumatera Utara. Sementara korban berinisial TAS, warga Lamongan.
Saat memberikan keterangan, pelaku AM mengaku kesal dan tertekan secara ekonomi. Hal ini membuat AM lepas kendali sehingga tega menghabisi nyawa kekasihnya sendiri yakni TAS.
Tidak hanya itu, pelaku AM juga menguliti dan memutilasi jasad korban TAS menjadi bagian-bagian kecil. Potongan tubuh ini lantas dimasukkan ke tas merah dan dibuang secara acak di jurang Pacet Mojokerto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








