JEMBER, Tugujatim.id – Komisi C DPRD Jember menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) kabupaten dapat mencapai 90 persen di akhir 2025. Target ambisius ini diungkapkan Ketua Komisi C DPRD Jember Ardi Pujo Prabowo usai melakukan rapat kerja dengan Badan Pendapatan Daerah pada Senin (22/09/2025).
Dalam rapat koordinasi capaian PAD tahun anggaran 2025 tersebut, Ardi mengungkapkan bahwa hingga 31 Agustus 2025, PAD Jember telah mencapai Rp690 miliar lebih. Namun, masih ada beberapa sektor yang belum optimal dalam memberikan kontribusi.
Baca Juga: DPRD Jember Bakal Bahas KUA-PPAS, Dana Transfer Pusat Diproyeksi Susut Rp600 Miliar
“Tadi ada beberapa data yang diberikan ke kami. Contoh data PBB dengan luasan Kabupaten Jember. PBB P2P ini targetnya terlalu rendah menurut kami dengan jumlah penduduk yang di Jember,” ungkap Ardi.
Salah satu fokus utama penggenjotan PAD adalah sektor perhotelan dan cafe yang dinilai memiliki potensi besar namun belum terserap optimal. Ardi menyebut bahwa bisnis hotel dan kafe di Jember saat ini berkembang pesat.
“Pajak hotel dan kafe ini kan saat ini di Jember meluas banget. Menjamur banget dan ini akan menjadi potensi yang besar sebetulnya,” tegas Ardi.
DPRD Monev dan Tertibkan Wajib Pajak
Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, DPRD Jember akan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) serta penertiban terhadap wajib pajak di sektor perhotelan dan kafe. Langkah ini diambil karena masih ditemukan pelaku usaha yang “nakal” dalam membayar pajak.
Selain sektor perhotelan, Komisi C DPRD Jember juga akan menggencarkan penggalian PAD dari organisasi perangkat daerah (OPD) penghasil lainnya, terutama sektor pariwisata. Ardi menekankan perlunya inovasi untuk meningkatkan pendapatan dari pajak.
“Ada beberapa sistem, kami kan mendorong inovasi agar PAD atau pendapatan dari pajak ini meningkat,” jelasnya.
Dia juga mengatakan, bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) juga menjadi sorotan karena realisasinya masih rendah dan belum memenuhi target yang ditetapkan.
Meski mengakui adanya penurunan daya beli masyarakat yang berpotensi memengaruhi pemasukan daerah, Ardi optimis target PAD tetap dapat tercapai. Pasalnya, data yang diterima menunjukkan sektor perhotelan dan restoran justru mengalami peningkatan di tahun ini.
“Soal daya beli warga, masyarakat sekarang kan menurun ya. Tapi kalau melihat data yang disampaikan kepada kami, dari perhotelan dan restoran ini lumayan ada peningkatan di tahun ini,” ujar Ardi.
Dengan berbagai strategi penggenjotan dan penertiban yang akan dilakukan, DPRD Jember optimis dapat mencapai target PAD 90 persen pada akhir 2025.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








