TUBAN, Tugujatim.id – Warga Tuban yang terbiasa mengisi bahan bakar di SPBU Shell Jalan Hayam Wuruk, Desa Bejagung, Kecamatan Semanding, belakangan harus gigit jari. Pasalnya, stok BBM di SPBU swasta tersebut kerap kosong hingga berhari-hari.
Kondisi ini bahkan membuat pengelola mengaku siap menutup operasional sementara jika keterlambatan suplai kembali terulang.
Baca Juga: Pertamina Pastikan Stok BBM Surabaya Aman
Syahid, 78, pemilik PT Senja Syahid Saleha sekaligus pengelola SPBU Shell Tuban, mengungkapkan kelangkaan mulai terasa sejak beberapa bulan terakhir, terutama setelah isu BBM oplosan sempat ramai. Namun, situasi semakin parah dalam sebulan terakhir karena keterlambatan pengiriman dari pusat.
“Pernah seminggu kosong minggu kemarin. Kalau kejadian lagi ya terpaksa libur sementara,” ujar Syahid, Selasa (23/09/2025).
Syahid menyebut, pekan lalu menjadi masa paling sulit. Tangki penyimpanan benar-benar kosong, membuat SPBU harus menutup layanan sementara. Hal ini jelas merugikan, baik bagi pihak pengelola maupun pelanggan yang sudah terbiasa menggunakan produk BBM Shell.
Stok BBM Kembali Dipasok
Meski begitu, Syahid menyampaikan hari ini pihaknya baru saja menerima stok BBM. Hanya saja, stok yang datang bukan varian yang paling dinantikan konsumen.
“Stok baru datang, yakni BBM Shell Super (RON 92) dengan jumlah total 13 ribu liter,” terangnya.
Sayangnya, varian Shell V-Power (RON 95) yang banyak dicari justru masih belum tersedia hingga kini. Bahkan, menurut Syahid, kondisi serupa juga terjadi di beberapa SPBU Shell di Surabaya.
“Sampai sekarang masih kosong, termasuk di Surabaya,” imbuhnya.
Kelangkaan ini tentu membuat pelanggan berpindah ke SPBU lain, kebanyakan menuju Pertamina. Namun, di sisi lain, hal itu memicu antrean panjang dan keluhan baru di tempat lain.
Syahid sendiri tidak bisa berbuat banyak selain menunggu kejelasan distribusi dari pusat. Dia khawatir jika pola keterlambatan terus berulang, SPBU miliknya tidak punya pilihan selain berhenti beroperasi untuk sementara.
“Ya mau bagaimana lagi, kalau pasokan tidak ada, kami tidak bisa buka,” ungkapnya.
Dia berharap suplai segera stabil agar operasional SPBU kembali normal. Menurut dia, tutup sementara hanya akan menambah beban masyarakat karena keberadaan SPBU swasta seperti Shell menjadi penopang penting kebutuhan bahan bakar di Tuban.
“Harapannya segera lancar lagi, jadi tidak sampai harus libur atau tutup,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








