• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Wali Kota Surabaya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengimbau untuk pengetatan pengawasan pada rumah kos dan kontrakan. (Foto: Humas Pemkot Surabaya)

Pasca Tragedi Mutilasi, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Awasi Ketat Kos-kosan di Permukiman Warga

Dwi Linda by Dwi Linda
9 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan pentingnya pengawasan terhadap rumah indekos yang berada di kawasan permukiman warga. Imbauan itu disampaikan langsung kepada seluruh kepala perangkat daerah (PD), camat, dan lurah.

Untuk diketahui, pengetatan pengawasan pada rumah kos dan kontrakan ini ditenggarai usai kejadian pembunuhan dan mutilasi di daerah Lakarsantri yang dilakukan oleh warga luar Surabaya. Yang mana, korban dan pelaku mengaku sudah menikah namun tidak memiliki dokumen resmi.

You might also like

Surabaya

Malam Pengesahan Warga Pesilat, Aksi Tawuran Terjadi di Surabaya

17/06/2026 3:34 PM
Jawa Timur.

Cuaca Cerah Dominasi Jawa Timur 17 Juni 2026, Aktivitas Luar Ruang Naik Signifikan

17/06/2026 7:00 AM

Menurut Wali Kota Surabaya Eri, pengelolaan kos-kosan tidak hanya menyangkut perizinan, tetapi juga erat kaitannya dengan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Dia meminta dinas kependudukan dan pencatatan sipil (dispendukcapil) serta dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP) untuk membahas regulasi perizinan kos bersama Komisi A DPRD Surabaya.

“Kos-kosan itu tidak ada retribusinya, jadi perlu ada pembahasan lebih lanjut dengan DPRD. Jangan sampai keberadaannya merugikan warga sekitar,” ujar Eri, Rabu (24/09/2025).

Harus Ada Pengawas di Kos

Eri juga menekankan bahwa kos-kosan yang berada di dalam kampung harus memiliki pengelola yang tinggal di lokasi, seperti ibu atau bapak kos. Tujuannya, agar penghuni dapat dipantau dan aktivitas mereka tidak menimbulkan keresahan di tengah warga.

“Kalau kos berada di pemukiman tapi tanpa ibu kos yang mengawasi, bisa menimbulkan banyak persoalan. Kami tidak ingin lingkungan kampung kehilangan kontrol,” tegasnya.

Restu Warga Jadi Syarat

Lebih jauh, Eri mengingatkan, pembangunan kos di tengah permukiman wajib mendapat persetujuan warga, minimal sepertiga dari jumlah penghuni lingkungan setempat. Hal ini berbeda dengan kos yang berdiri di tepi jalan raya utama, yang dinilai tidak langsung mengganggu aktivitas warga.

“Kalau tiba-tiba ada kos dibangun di ujung gang tanpa seizin warga, otomatis lalu lintas penghuni akan mengganggu kenyamanan kampung. Itu yang harus kita cegah,” ujar Eri.

Selaras dengan Kampung Pancasila

Selain itu, Eri juga mengaitkan pengawasan kos dengan penguatan nilai-nilai Kampung Pancasila. Dia menolak keberadaan kos campur laki-laki dan perempuan di lingkungan padat penduduk karena dikhawatirkan memberi pengaruh buruk bagi anak-anak sekitar.

“Dengan Kampung Pancasila, kita kembalikan nilai gotong royong, saling menjaga, dan menjunjung tinggi norma. Nilai luhur itu yang jadi benteng dari gangguan keamanan,” tuturnya.

Data Akurat untuk Program Sosial

Selain soal keamanan, Eri menilai pendataan penghuni kos juga penting untuk memastikan intervensi pemerintah tepat sasaran. Dia menargetkan pada 2026, seluruh warga miskin dan pra-miskin di Surabaya bisa mendapatkan akses pendidikan hingga sarjana.

“Kalau datanya jelas, pemerintah bisa langsung membantu yang benar-benar membutuhkan. Itu tujuan akhir saya memastikan warga Surabaya sejahtera,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Layla Aini

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kota Surabaya hari iniKorban mutilasi di MojokertoKota Surabaya hari iniPelaku mutilasi di MojokertoSurabayaWali Kota Surabaya Eri Cahyadi
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Surabaya

Malam Pengesahan Warga Pesilat, Aksi Tawuran Terjadi di Surabaya

by Mochamad Abdurrochim
17/06/2026 3:34 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Warga Jalan Kalijudan gang 10, 12 dan 14, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, Rabu (17/06/2026) sekitar pukul 00.30 WIB...

Jawa Timur.

Cuaca Cerah Dominasi Jawa Timur 17 Juni 2026, Aktivitas Luar Ruang Naik Signifikan

by Dwi Linda
17/06/2026 7:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Rabu (17/06/2026) didominasi kondisi cerah di sebagian besar wilayah, terutama kawasan perkotaan dan...

IKA PMII Kota Malang.

Jelang Muscab III, IKA PMII Kota Malang Rumuskan Arah Gerak Organisasi Kuatkan Fondasi

by Dwi Linda
16/06/2026 9:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kota Malang (IKA PMII Kota Malang) menggelar Kick Off Musyawarah Cabang (Muscab)...

Pendaki ilegal Gunung Semeru.

13 Pendaki Ilegal Gunung Semeru Ditangkap, Empat Orang Masih Dicari Sempat Kabur ke Kebun Warga

by Dwi Linda
16/06/2026 8:24 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mengamankan 13 orang yang diduga melakukan pendakian ilegal...

Next Post
Makanan SPPG.

Danramil Widang Tuban Awasi Ketat Makanan SPPG demi Kesehatan Siswa

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID