• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Wali Kota Surabaya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengimbau untuk pengetatan pengawasan pada rumah kos dan kontrakan. (Foto: Humas Pemkot Surabaya)

Pasca Tragedi Mutilasi, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Awasi Ketat Kos-kosan di Permukiman Warga

Dwi Linda by Dwi Linda
10 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan pentingnya pengawasan terhadap rumah indekos yang berada di kawasan permukiman warga. Imbauan itu disampaikan langsung kepada seluruh kepala perangkat daerah (PD), camat, dan lurah.

Untuk diketahui, pengetatan pengawasan pada rumah kos dan kontrakan ini ditenggarai usai kejadian pembunuhan dan mutilasi di daerah Lakarsantri yang dilakukan oleh warga luar Surabaya. Yang mana, korban dan pelaku mengaku sudah menikah namun tidak memiliki dokumen resmi.

You might also like

Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

20/07/2026 6:05 PM
Pungli.

Kasus Dugaan Pungli Sewa Lahan Pemkot Surabaya, LPMK Kalijudan Janji Kembalikan Uang Pedagang

20/07/2026 5:18 PM

Menurut Wali Kota Surabaya Eri, pengelolaan kos-kosan tidak hanya menyangkut perizinan, tetapi juga erat kaitannya dengan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Dia meminta dinas kependudukan dan pencatatan sipil (dispendukcapil) serta dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP) untuk membahas regulasi perizinan kos bersama Komisi A DPRD Surabaya.

“Kos-kosan itu tidak ada retribusinya, jadi perlu ada pembahasan lebih lanjut dengan DPRD. Jangan sampai keberadaannya merugikan warga sekitar,” ujar Eri, Rabu (24/09/2025).

Harus Ada Pengawas di Kos

Eri juga menekankan bahwa kos-kosan yang berada di dalam kampung harus memiliki pengelola yang tinggal di lokasi, seperti ibu atau bapak kos. Tujuannya, agar penghuni dapat dipantau dan aktivitas mereka tidak menimbulkan keresahan di tengah warga.

“Kalau kos berada di pemukiman tapi tanpa ibu kos yang mengawasi, bisa menimbulkan banyak persoalan. Kami tidak ingin lingkungan kampung kehilangan kontrol,” tegasnya.

Restu Warga Jadi Syarat

Lebih jauh, Eri mengingatkan, pembangunan kos di tengah permukiman wajib mendapat persetujuan warga, minimal sepertiga dari jumlah penghuni lingkungan setempat. Hal ini berbeda dengan kos yang berdiri di tepi jalan raya utama, yang dinilai tidak langsung mengganggu aktivitas warga.

“Kalau tiba-tiba ada kos dibangun di ujung gang tanpa seizin warga, otomatis lalu lintas penghuni akan mengganggu kenyamanan kampung. Itu yang harus kita cegah,” ujar Eri.

Selaras dengan Kampung Pancasila

Selain itu, Eri juga mengaitkan pengawasan kos dengan penguatan nilai-nilai Kampung Pancasila. Dia menolak keberadaan kos campur laki-laki dan perempuan di lingkungan padat penduduk karena dikhawatirkan memberi pengaruh buruk bagi anak-anak sekitar.

“Dengan Kampung Pancasila, kita kembalikan nilai gotong royong, saling menjaga, dan menjunjung tinggi norma. Nilai luhur itu yang jadi benteng dari gangguan keamanan,” tuturnya.

Data Akurat untuk Program Sosial

Selain soal keamanan, Eri menilai pendataan penghuni kos juga penting untuk memastikan intervensi pemerintah tepat sasaran. Dia menargetkan pada 2026, seluruh warga miskin dan pra-miskin di Surabaya bisa mendapatkan akses pendidikan hingga sarjana.

“Kalau datanya jelas, pemerintah bisa langsung membantu yang benar-benar membutuhkan. Itu tujuan akhir saya memastikan warga Surabaya sejahtera,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Layla Aini

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kota Surabaya hari iniKorban mutilasi di MojokertoKota Surabaya hari iniPelaku mutilasi di MojokertoSurabayaWali Kota Surabaya Eri Cahyadi
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

by Dwi Linda
20/07/2026 6:05 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Ribuan warga memadati Jalan Cokronegoro di depan Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, Senin dini hari (20/07/2026). Mereka...

Pungli.

Kasus Dugaan Pungli Sewa Lahan Pemkot Surabaya, LPMK Kalijudan Janji Kembalikan Uang Pedagang

by Dwi Linda
20/07/2026 5:18 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Kelurahan Kalijudan, Surabaya, menggelar pertemuan bersama LPMK Kalijudan dan para pedagang kali lima (PKL) terkait kasus pungutan...

Jembatan Sonokembang.

Jembatan Sonokembang Kota Malang Mulai Dibuka, Truk Tronton Bakal Dilarang Melintas

by Dwi Linda
20/07/2026 5:01 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Jembatan Sonokembang di Kota Malang, Jatim, kini mulai dibuka untuk masyarakat meski proses pembangunannya masih menyisakan tahap...

Rajut

Produk Rajut Ernawati Lolos Kurasi, Masuk Display Gerai Ritel Fashion Asal Jepang, Kini Tembus Pasar Internasional

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 3:30 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Produk rajut milik Ernawati, pelaku UMKM asal Desa Candipari, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, berhasil lolos kurasi Dinas...

Next Post
Makanan SPPG.

Danramil Widang Tuban Awasi Ketat Makanan SPPG demi Kesehatan Siswa

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID