TUBAN, Tugujatim.id – Kabar baik datang dari RSUD dr. R. Koesma Tuban. Seluruh pasien yang sempat dirawat akibat dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah diperbolehkan pulang.
Plt Direktur RSUD dr R. Koesma Tuban drg Heni Purnomo Wati memastikan tidak ada lagi pasien yang masih dirawat di rumah sakit.
“Semua pasien sudah kembali ke rumah dalam kondisi stabil,” terangnya saat dikonfirmasi pada Rabu (01/10/2025).
Baca Juga: Pemkab Tuban Perketat Pengawasan SPPG Pasca Dugaan Keracunan MBG
Menurut Heni, pasien terakhir yang dipulangkan adalah Francce Lina Jessyla Aulia, 16. Siswi SMKN Palang itu sempat menjalani perawatan lebih lama dibanding pasien lainnya dan akhirnya diperbolehkan pulang pada Senin (29/09/2025). Sementara pasien lain, Hijrayatul Nasyiin, pulang lebih dulu pada Sabtu (27/09/2025).
Seperti diketahui, kasus dugaan keracunan MBG ini mencuat setelah sejumlah siswa SMKN Palang mengalami gejala mual, muntah, dan pusing usai menyantap menu pada Selasa (24/09/2025).
Beberapa di antaranya langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat dan dirujuk ke RSUD dr R. Koesma untuk penanganan lebih lanjut.
Hasil Uji Lab Belum Keluar
Setelah sehari mendapatkan perawatan, kelima pasien diperbolehkan pulang setelah observasi dari pihak rumah sakit. Namun keesokanharinya, tiga siswa di antaranya harus dilarikan ke rumah sakit kembali karena mengalami sesak napas, sakit perut, dan mual.
Meski seluruh pasien sudah pulih, penyebab pasti dugaan keracunan MBG ini masih menunggu hasil uji laboratorium. Sampel makanan serta muntahan pasien sudah dikirim oleh polisi ke Labkesda dan Labfor Polda Jatim untuk diperiksa.
“Belum keluar, Mas. Masih kami tunggu hasilnya,” ujar Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Dimas Robin Alexander.
Kasus ini menjadi catatan penting bagi Pemkab Tuban dalam pelaksanaan program MBG. Wakil Bupati Tuban Joko Sarwono sebelumnya menegaskan akan memperketat pengawasan di semua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Visitasi rutin dan evaluasi akan digelar untuk memastikan kualitas, keamanan, serta higienitas makanan yang disalurkan ke pelajar.
Langkah ini diambil agar kejadian serupa tidak terulang sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program MBG yang ditujukan untuk mendukung tumbuh kembang generasi muda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








