TUBAN, Tugujatim.id – Dugaan kasus keracunan MBG (Makan Bergizi Gratis) yang menimpa sejumlah pelajar SMKN Palang beberapa waktu lalu menjadi perhatian serius Pemkab Tuban.
Menyikapi hal itu, jajaran pemerintah daerah langsung merapatkan barisan dengan menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di ruang Dandang Wacana Setda Tuban.
Rapat dipimpin Wakil Bupati Tuban, Joko Sarwono, didampingi Dandim 0811/Tuban Letkol Inf Dicky Purwanto serta Sekretaris Daerah, Dr. Ir. Budi Wiyana. Hadir pula Satgas MBG Tuban, pimpinan OPD, para camat, hingga perwakilan 45 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kabupaten Tuban.
Wabup Joko menegaskan bahwa Pemkab Tuban berkomitmen penuh mendukung keberhasilan program prioritas pemerintah pusat tersebut. Namun, ia mengingatkan pentingnya kewaspadaan agar kasus serupa tidak terulang.
“Pertemuan ini untuk menyamakan persepsi terkait pelaksanaan MBG beberapa minggu terakhir. Kami ingin memastikan kualitas, keamanan, dan higienitas makanan terjaga sebelum disalurkan,” tegasnya.

Dalam rapat itu, Pemkab Tuban meminta seluruh SPPG meningkatkan standar pengolahan pangan. Satgas MBG bersama OPD akan melakukan visitasi rutin untuk memantau bahan baku, sarana-prasarana, hingga kandungan gizi makanan.
Selain itu, Pemkab juga tengah menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang akan menjadi acuan bersama dalam pelaksanaan MBG. Standar tersebut mengacu pada regulasi keamanan pangan serta perlindungan kesehatan penerima manfaat.
“Bila ada kendala di lapangan, Pemkab akan memberi pendampingan agar pelayanan gizi tetap berjalan. Ini tanggung jawab kita bersama,” tambah Wabup Joko.
Dengan pengawasan lebih ketat dan sinergi berbagai pihak, Pemkab Tuban berharap program ini benar-benar memberi manfaat nyata bagi generasi muda.
“Kami ingin MBG bukan hanya soal kenyang, tapi juga sehat dan bergizi untuk masa depan anak-anak Tuban,” tandasnya.
Dandim 0811/Tuban, Letkol Inf Dicky Purwanto menilai program MBG tidak hanya berdampak pada gizi anak, tetapi juga membuka lapangan kerja, menggerakkan potensi pangan lokal, hingga meringankan beban keluarga.
Menurutnya, keberhasilan MBG menuntut kerja sama lintas sektor. “SPPG perlu intens berkoordinasi dengan Pemkab agar manfaat program dimaksimalkan, sekaligus meminimalkan kendala teknis,” jelasnya.
Pendampingan juga meliputi penyediaan sarana, pembaruan data potensi pangan lokal, hingga penanganan masalah distribusi.
Sejak diluncurkan pada 10 Juni 2025, program MBG di Tuban telah melibatkan 45 SPPG yang tersebar di seluruh kecamatan. Hingga 26 September, tercatat 77.542 penerima manfaat dari 589 lembaga. Penerima mencakup siswa PAUD hingga SMA, santri pondok pesantren, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








