TUBAN, Tugujatim.id – Para Mahasiswa Penerima Beasiswa PRPP 2022 (PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia 2022) bersama orang tua mendatangi Komisi II DPRD Tuban, Rabu (01/10/2025). Mereka menuntut kepastian masa depan, baik kelanjutan pendidikan maupun peluang kerja setelah lulus dari PEM Akamigas Cepu.
Ketua Komisi II DPRD Tuban, Fahmi Fikroni, mengatakan dua poin utama yang disampaikan para mahasiswa. Pertama, soal kelanjutan pendidikan. Program awalnya disebutkan setara D3, namun dalam perjalanan, kampus penyelenggara hanya memiliki jenjang D4.
“Mereka minta dilanjutkan ke D4. Alhamdulillah dari pihak PRPP juga menyetujui agar beasiswa berlanjut ke program D4. Harapannya bisa rampung dan wisuda pada 2026 nanti,” ungkap Fahmi Fikroni.
Namun, tuntutan kedua dinilai lebih krusial, yakni harapan agar setelah lulus, para mahasiswa dapat langsung direkrut oleh PRPP ataupun perusahaan terkait seperti peneriam beasiswa tahun 2019 yang langsung bisa kerja di Pertamina.
“Kalau soal penyerapan tenaga kerja, memang belum ada kepastian karena itu bukan bagian dari MoU awal. Tapi kami akan coba komunikasikan lebih lanjut. Tuntutan mereka wajar, karena setelah menempuh pendidikan bertahun-tahun, tentu berharap ada kejelasan pekerjaan,” jelas Roni sapaan akrabnya.
Politikus kawakan PKB ini menegaskan, DPRD akan terus mengawal aspirasi tersebut agar para mahasiswa penerima beasiswa mendapat kepastian.
“Kami akan agendakan pertemuan lanjutan dengan pihak terkait. Semoga ada solusi terbaik,” tambahnya.
Di sisi lain, PRPP menegaskan bahwa program beasiswa ini sejak awal merupakan bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang pendidikan, bukan jaminan rekrutmen kerja.
Sr. Officer CSR PRPP, Yuli Witantra, menjelaskan program beasiswa tersebut adalah komitmen perusahaan untuk meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat sekitar proyek kilang di Kecamatan Jenu.
“Program ini fokus pada pendidikan, bukan rekrutmen. Hal ini juga sudah disampaikan sejak awal sosialisasi dan tertulis dalam kontrak dengan masing-masing penerima beasiswa,” terang Yuli.
Meski demikian, PRPP menyadari kekhawatiran mahasiswa soal masa depan. Karena itu, PRPP bersama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) menawarkan beasiswa lanjutan jenjang D4 agar lulusan punya nilai tambah saat masuk dunia kerja.
“Dengan ijazah D4, mereka akan punya kompetensi lebih tinggi, setara Strata 1 Terapan. Sehingga peluang karirnya lebih terbuka, baik di sektor migas maupun bidang lain,” ujarnya.
Terkait tuntutan agar lulusan beasiswa bisa direkrut di PRPP, Yuli tidak menutup pintu. “Kita tetap akan cari solusi terbaik. Untuk sekarang, fokus dulu memastikan mereka bisa melanjutkan kuliah ke D4 dan segera lulus,” tambahnya.
Pertemuan di Komisi II DPRD Tuban itu berakhir dengan kesepahaman sementara: mahasiswa bisa melanjutkan studi ke D4 dengan dukungan beasiswa PRPP, sementara terkait peluang kerja masih akan dibicarakan lebih lanjut dalam forum berikutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








