MALANG, Tugujatim.id — Poltekkes Kemenkes Malang melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat (Pengabmas) bertajuk Pemberdayaan Kader Kesehatan sebagai Upaya Preventif Kasus Wasting dan Stunting melalui Pelatihan MP-ASI dengan Metode Emo-Demo di Balai Desa Petungsewu, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.
Kegiatan yang digelar pada Sabtu (4/10) ini diikuti oleh 38 peserta yang terdiri dari kader kesehatan, bidan, petugas gizi, dan perangkat desa. Para peserta antusias mengikuti kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 13.30 ini.
Menurut Ketua Pengabmas sekaligus Dosen Polteknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Malang, Gita Kostania, program ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM). Tim Jurusan Kebidanan berupaya memperkuat peran kader kesehatan dalam pencegahan wasting dan stunting dengan menggunakan metode interaktif Emo-Demo (Emotional Demonstration) yang memanfaatkan bahan pangan lokal.
“Melalui metode Emo-Demo, kader dilatih untuk menyampaikan pesan gizi yang menyentuh emosi ibu bayi dan balita sehingga edukasi lebih efektif dan mudah diterima. Harapannya, kader bisa membantu ibu memberikan MP-ASI yang sesuai standar,” jelas Gita.

Fasilitator di kegiatan ini sekaligus distric officer dari JHPIEGO menjelaskan, metode Emo-Demo fokus pada komunikasi perubahan perilaku dengan bahasa sederhana yang mudah dimengerti kader dan ibu balita. Materi pelatihan yang disampaikan kali ini meliputi porsi makan bayi dan anak, pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan, dan metode tekstur MP-ASI.
“Saran saya, kader harus terus berlatih agar mampu menyampaikan materi dengan efektif. Pelatihan ini tidak boleh berhenti di sini, tapi harus diimplementasikan di lapangan untuk perubahan nyata,” ujar Wiwik.
Ketua Tim Penggerak PKK Desa Petungsewu, Suhermi menyampaikan apresiasi atas digelarnya kegiatan ini. Ia berharap pelatihan Emo-Demo dapat memberikan ilmu yang berguna bagi kader posyandu sehingga angka stunting di desanya yang saat ini masih ada sekitar 10 kasus bisa ditekan.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Kami berharap kader dapat menyalurkan ilmu yang didapat sehingga tidak ada stunting di desa kami,” ujarnya.

Bidan Desa Petungsewu sekaligus perwakilan Puskesmas Dau, Dwi Astuti menambahkan, kegiatan ini sangat membantu upaya pencegahan stunting. Ia berharap pelatihan ini dapat diperluas ke desa-desa lain di Kecamatan Dau agar penurunan angka stunting merata.
“Tantangan terbesar kami adalah kesadaran masyarakat. Kadang sudah lengkap imunisasi tapi mereka menganggap pencegahan sudah selesai. Dengan metode Emo-Demo yang menyenangkan, diharapkan semakin banyak ibu yang rutin datang ke posyandu,” kata Dwi.
Salah satu kader kesehatan Desa Petungsewu yang mengikuti pelatihan ini, Eva Nurcahyani mengaku pelatihan ini sangat membantu meningkatkan kemampuan komunikasi dan pengetahuan kader. Setiap tahun, keterampilan mereka dalam berkomunikasi serta pengetahuan terkait kesehatan pun menjadi meningkat.
“Ini sudah tahun kedua dan saya merasa semakin banyak ilmu yang bisa kami sampaikan kepada masyarakat, khususnya soal hidup sehat dan MP-ASI,” ungkap Eva.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Darmadi Sasongko








