• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pondok Pesantren Al-Mustaqim Lawang

UM dan Pondok Pesantren Al-Mustaqim Lawang: Kegiatan Penyuluhan Peran Guru dan Pencegahan Kekerasandan Perundungan. Foto / dok UM

UM Gandeng Pondok Pesantren Al-Mustaqim Lawang Cegah Kekerasan Seksual di Lingkungan Santri

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
8 months ago
in Advertorial, News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Tim Pengabdian Masyarakat dari Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang (UM) berinisiatif melakukan pendampingan dan edukasi di Pondok Pesantren Al-Mustaqim Lawang, Kabupaten Malang.

Kegiatan ini digagas oleh tiga dosen, yaitu Alifia Candra Puriastuti, S.Keb.Bd., M.Kes., Dessy Amelia, S.Keb.Bd., M.Kes., dan Rizqie Putri Novembriani, S.Keb.Bd., M.K.M.

You might also like

Jawa Timur.

Kabut dan Udara Kabur Mendominasi, Waspadai Jarak Pandang di Jawa Timur 4 Juni 2026

04/06/2026 8:23 AM
BGN

Eks Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Modus hingga Harta Kekayaan Dadan Hindayana Terkuak

03/06/2026 10:41 PM

Kegiatan  sebagai bentuk kepedulian terhadap isu kasus kekerasan seksual dan perundungan di lingkungan pesantren yang masih menjadi perhatian serius di berbagai daerah. Fenomena ini kerap menunjukkan pola berulang antara santri tingkat atas dan bawah, sehingga menimbulkan suasana yang tidak aman dan menghambat proses pendidikan di pesantren.

Kolaborasi tersebut menghasilkan komitmen bersama antara pengurus dan santri Pondok Pesantren Al-Mustaqim untuk mencegah segala bentuk kekerasan seksual dan perundungan di lingkungan pesantren. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa pesantren tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga ruang tumbuh yang aman dan bebas dari kekerasan.

Program pengabdian masyarakat ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang telah dilaksanakan pada tahun 2024. Pada pelaksanaan sebelumnya, para santri mendapatkan edukasi mengenai bahaya kekerasan dan perundungan serta cara melindungi diri.

Pondok Pesantren Al-Mustaqim Lawang
Penandatanganan komitmen bersama (Deklarasi) Pencegahan Kekerasan dan Perundungan di Lingkungan Pondok Pesantren Al-Mustaqim Lawang oleh Perwakilan Dewan Pengasuh Pondok. Foto / dok UM

Tahun ini, program berfokus pada penerapan nilai dan komitmen bersama dalam pencegahan kekerasan, baik di kalangan santri maupun pengurus pesantren.

Selain berorientasi pada pendidikan karakter, kegiatan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya tujuan ke-3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta tujuan ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas.

Melalui kegiatan ini, tim pengabdian berupaya meningkatkan kesadaran seluruh unsur pondok terhadap pentingnya pencegahan kekerasan dan perundungan, menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, serta menumbuhkan pemahaman hukum dasar mengenai pelanggaran kekerasan di lembaga pendidikan keagamaan.

Kegiatan berlangsung selama dua hari, yakni pada 12–13 Juli 2025, dengan serangkaian agenda seperti penyuluhan, pelatihan, dan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan para guru, pengurus, dan perwakilan santri.

Melalui FGD, seluruh pihak diajak berdiskusi dan menyepakati langkah-langkah konkret untuk mencegah dan menangani kasus kekerasan di lingkungan pesantren.

Dari hasil diskusi tersebut, Pondok Pesantren Al-Mustaqim kemudian menetapkan komitmen resmi untuk menolak segala bentuk kekerasan, pelecehan, dan perundungan, baik fisik, verbal, maupun nonverbal.

Komitmen ini juga mencakup pembuatan mekanisme pelaporan internal agar santri memiliki ruang aman untuk menyampaikan pengaduan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun sistem pendidikan pesantren yang lebih adaptif terhadap isu sosial dan perlindungan anak.

Dengan keterlibatan langsung tenaga pendidik dan santri, diharapkan kesadaran tentang bahaya kekerasan dapat tertanam sejak dini dan menjadi budaya positif di lingkungan pondok.

Program ini juga membuka peluang kerja sama lanjutan antara Universitas Negeri Malang dengan berbagai lembaga pendidikan Islam di Jawa Timur.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat menjangkau lebih banyak pesantren untuk memperkuat sistem pencegahan kekerasan dan membentuk karakter santri yang berakhlak, empatik, dan saling menghormati.

Dengan adanya komitmen ini, Pondok Pesantren Al-Mustaqim menegaskan diri sebagai lembaga pendidikan yang berkomitmen menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung bagi seluruh santri.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter: Feni Yusnia

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: Fakultas Kedokteran Universitas Negeri MalangKabupaten MalangMalangPondok Pesantren Al-Mustaqim LawangTim Pengabdian Masyarakat dari Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri MalangUMUniversitas Negeri Malang
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Jawa Timur.

Kabut dan Udara Kabur Mendominasi, Waspadai Jarak Pandang di Jawa Timur 4 Juni 2026

by Dwi Linda
04/06/2026 8:23 AM
0

Tugujatim.id - Prakiraan cuaca Jawa Timur untuk Kamis (04/06/2026) menunjukkan dominasi kabut, udara kabur, dan kondisi berawan di banyak wilayah,...

BGN

Eks Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Modus hingga Harta Kekayaan Dadan Hindayana Terkuak

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 10:41 PM
0

Tugujatim.id - Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, resmi ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus...

Bawang Merah

Harga Bawang Merah di Probolinggo Tembus Rp65 Ribu, Dipicu Permintaan Iduladha

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 8:13 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Harga bawang merah di Kabupaten Probolinggo masih bertahan tinggi usai Hari Raya Iduladha 2026. Di sejumlah pasar...

Semeru

Pendaki Semeru Terjatuh Saat Lewat Jalur Ilegal, Evakuasi Terkendala Medan Curam

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 6:15 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pendaki Semeru kembali memakan korban. Seorang pendaki dilaporkan terjatuh di lereng Gunung Semeru usai nekat melintas melalui...

Next Post
Pengurus PWI Pusat 2025-2030

Pengurus PWI Pusat 2025-2030 Dilantik di Solo, Ada Sujiwo Tejo!

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID