JEMBER, Tugujatim.id –10 Orang ditetapkan tersangka aksi solidaritas ricuh di Jember pada Sabtu (30/8/2025).
Unjuk rasa tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap korban pengemudi ojek daring Affan Kurniawan yang tewas tertabrak kendaraan rantis polisi di tengah pusaran aksi massa di ibu kota negara. Namun aksi berlangsung ricuh dan berujung pengerusakan fasilitas umum.
Kasat Reskrim Polres Jember AKP Angga Riatma menerangkan bahwa proses penangkapan dilaksanakan setelah pihak keamanan berhasil mengidentifikasi beberapa pengunjuk rasa yang diduga bertanggung jawab atas kerusakan fasilitas publik di zona demonstrasi.
Dari total dua belas orang yang diamankan pihak berwajib, sepuluh di antaranya telah ditetapkan statusnya sebagai tersangka. Sementara dua orang sisanya, ternyata belum mencapai usia dewasa telah melalui proses diversi sesuai prosedur hukum anak
.
“Mereka dikenakan sangkaan berdasarkan Pasal 187 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana mengenai tindak perusakan, Pasal 170 KUHP terkait perusakan secara berkelompok, serta Pasal 160 KUHP perihal hasutan,” jelas Angga (4/10/2025).
Berdasarkan keterangan AKP Angga, bentuk vandalisme yang terjadi meliputi perusakan terhadap tenda yang merupakan aset publik. Sementara itu, berbagai bukti telah diamankan penyidik, termasuk dokumentasi kamera pengawas, perangkat penyimpanan data digital, serta serpihan bom molotov yang diperkirakan dipakai ketika aksi berlangsung.
Pihak kepolisian juga mengungkapkan sedang menyelidiki kemungkinan keberadaan dalang intelektual yang menggerakkan kejadian ini. Demonstrasi yang digelar pada Sabtu, 30 Agustus 2025 tersebut dihadiri ribuan peserta dari bermacam kalangan.
Mereka berdemonstrasi untuk mengekspresikan kekecewaan terhadap tindakan represif aparat terhadap mitra pengemudi ojek daring, Affan Kurniawan yang berujung pada kematiannya. Para pengunjuk rasa juga mengajukan tuntutan agar dilakukan pembenahan menyeluruh pada lembaga kepolisian.
Walaupun sempat terjadi pembakaran ban karet di pelataran Mapolres Jember, aksi tersebut berlangsung relatif kondusif sampai sore hari.
“Mayoritas tersangka merupakan penduduk Jember, ada pula yang berasal dari Probolinggo,” tandas Angga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








