SURABAYA, Tugujatim.id – Banyak warga Surabaya masih enggan melaporkan kematian anggota keluarganya karena takut bantuan sosial (bansos) dicabut. Padahal, DPRD Kota Surabaya memastikan bahwa hak bansos tetap aman dan bahkan bisa dialihkan kepada ahli waris yang sah.
Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Azhar Kahfi, menegaskan bahwa melapor kematian justru membantu pemerintah menyalurkan bantuan secara tepat sasaran.
Ia menyebut, berdasarkan temuan di lapangan, masih ada sekitar seribu warga yang telah meninggal dunia namun datanya belum diperbarui di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).
“Bansos tidak otomatis hilang. Sesuai aturan dari Kementerian Sosial, bantuan bisa dialihkan ke ahli waris yang sah, seperti istri, anak, atau anggota keluarga lain yang memenuhi syarat,” kata Kahfi, Kamis, (9/10/2025).

Politisi Gerindra itu menilai, kekhawatiran sebagian warga muncul karena kurangnya informasi. Padahal, menurutnya, pelaporan kematian bukan berarti memutus hak keluarga penerima bantuan.
“Kami ingin meluruskan persepsi di masyarakat. Jangan takut melapor kematian. Justru dengan melapor, data keluarga akan diperbarui, dan bansos tetap bisa dilanjutkan ke ahli waris,” ujarnya.
Data Akurat, Bansos Tepat Sasaran
Kahfi menambahkan, akurasi data kependudukan adalah kunci agar program bantuan sosial berjalan efektif. Bila data penerima tidak diperbarui, bansos bisa salah sasaran bahkan berisiko disalahgunakan.
“Bayangkan jika data penerima masih mencantumkan warga yang sudah meninggal, itu bisa menimbulkan potensi penyimpangan. Maka kepedulian warga untuk memperbarui data sangat penting,” tegasnya.
Lebih Mudah, Cukup Lewat HP
Lebih lanjut, Kahfi mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Surabaya yang telah menyediakan sistem digital Klampid New Generation (KNG). Melalui platform tersebut, warga bisa mengurus administrasi kependudukan, termasuk akta kematian, tanpa perlu datang ke kantor Disdukcapil.
“Semua bisa diurus lewat ponsel. Tidak perlu antre atau repot. Dengan KNG, masyarakat bisa melaporkan kematian secara cepat dan mudah,” jelasnya.
Langkah Kecil, Dampak Besar
Kahfi berharap kesadaran warga Surabaya untuk memperbarui data keluarga semakin meningkat. Menurutnya, pelaporan administrasi kependudukan bukan hanya urusan pribadi, tetapi juga bentuk kontribusi untuk menciptakan kebijakan sosial yang lebih tepat sasaran.
“Kepedulian terhadap data kependudukan itu langkah kecil, tapi dampaknya besar bagi masyarakat. Mari kita jaga ketepatan data agar setiap bantuan benar-benar diterima oleh yang berhak,” pungkasnya. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Layla Aini
Editor: Darmadi Sasongko








