MOJOKERTO, Tugujatim.id – Ratusan santri dari Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal) Mojokerto datang ke kantor DPRD Kabupaten Mojokerto, Jumat (17/10/2025). Kalangan santri di Mojokerto tersebut menyampaikan tuntutan atas penayangan program Trans7 yang dinilai merendahkan dan menghina kiai serta pondok pesantren.
Massa santri di Mojokerto ini mengutuk keras pihak Trans7. Sebab, tayangan dari stasiun televisi tersebut dipandang meremehkan martabat pesantren dan kiai, bahkan menyinggung Pondok Pesantren Lirboyo Kediri dalam bentuk visual dan narasi.
Baca Juga: YouTuber Jember Didatangi Banser Gegara Unggahan Video Kontroversial soal Trans7
Ketua Himasal Cabang Mojokerto Muallimin mengatakan, pihaknya menyampaikan 7 poin tuntutan, salah satunya mendesak pemilik Trans7 secepatnya membuat permohonan maaf secara terbuka.
“Kami menuntut pihak Trans7, terutama owner Trans7 menyampaikan permohonan maaf langsung kepada Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, terutama kepada KH Anwar Mansyur secara terbuka di semua platform baik televisi serta media sosial,” tegasnya.
Selain itu, Himasal Mojokerto juga menuntut tuntutan lainnya agar kejadian serupa tidak terulang lagi, lalu menuntut penghapusan baik cuplikan maupun potongan video yang sudah beredar, sekaligus menuntut melalui jalur hukum bila tuntutan ini tidak dipenuhi selama kurun waktu 7 x 24 jam.
Himasal Mojokerto Desak Dewan Pers dan KPI Investigasi
Himasal Mojokerto turut mendesak Dewan Pers dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk menggelar investigasi mendalam terhadap tayangan dari Trans7.
“Kami mendesak (Dewan Pers dan KPI) agar dilakukan investigasi tentang maksud, tujuan, dan target dari siaran Trans7 yang merendahkan martabat kiai dan pondok pesantren. Jika terdapat pelanggaran, cabut atau bekukan hak siarnya,” tandas Muallimin.
Terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Ayni Zuhroh berjanji pihaknya menindaklanjutinya tuntutan tersebut.
“Maklumat dari Himasal ini kami teruskan ke KPID, Kementerian, DPR RI,” ujarnya.
Aksi ini menambah panjang daftar protes dari berbagai kalangan baik santri maupun alumni pondok pesantren. Aksi ini seturut dengan tayangan Trans7 yang dinilai kontroversial.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








