TUBAN, Tugujatim.id – Sebuah bus PO Subur Jaya terperosok ke saluran air di jalur Tuban–Bancar, tepatnya di Dusun Bogang, Desa Kaliuntu, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jatim, Sabtu siang (18/10/2025). Beruntung, kecelakaan tunggal Bus Subur Jaya ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka.
Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Tuban Iptu Eko Sulistyono menjelaskan kejadian terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Bus Subur Jaya bernomor polisi K 7980 QQ yang dikemudikan Widiyanto Herawan, 58, warga Boyolali, melaju dari arah timur menuju barat dengan membawa 36 penumpang.
Baca Juga: Truk Molen Tabrak Truk Mogok di Wonorejo Pasuruan, Satu Korban Luka-Luka
“Saat bus berusaha mendahului truk di depannya dari sisi kiri, pengemudi diduga tidak mampu mengendalikan kemudi sehingga kendaraan keluar jalur dan terperosok ke saluran air,” ungkap Iptu Eko, Minggu (19/10/2025).
Akibat insiden tersebut, badan Bus Subur Jaya mengalami kerusakan dengan estimasi kerugian material sekitar Rp10 juta. Namun, seluruh penumpang dinyatakan selamat tanpa mengalami luka.

Jenis kecelakaan dikategorikan sebagai out of control. Cuaca saat kejadian cerah, kondisi jalan lurus dengan arus lalu lintas sedang serta berada di kawasan hutan luar kota.
Petugas yang datang ke lokasi segera olah TKP, mengamankan barang bukti berupa kendaraan, STNK, dan SIM, serta menyelidikinya lebih lanjut.
Sopir Hendak Salip Kendaraan Lain lewat Jalur Kiri
Dia mengatakan, faktor utama kecelakaan ini berasal dari unsur manusia. Pengemudi dinilai kurang berhati-hati dalam mengambil manuver mendahului kendaraan lain pada jalur yang sempit. Apalagi aksi mendahului dilakukan dari sisi kiri, yang memiliki risiko lebih tinggi karena jarak pandang terbatas.
“Faktor pengemudi diduga menjadi penyebab utama laka ini,” katanya.
Satlantas Polres Tuban mengimbau seluruh pengemudi untuk tidak memaksakan diri saat akan menyalip kendaraan di depannya, terlebih dari sisi kiri yang bukan jalur aman untuk mendahului.
“Kami berharap kejadian serupa tidak terulang. Utamakan keselamatan, bukan kecepatan,” tegas Iptu Eko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








