TUBAN, Tugujatim.id – Pendapatan fasilitas olahraga Tuban turun dibandingkan dua tahun sebelumnya. Penyebab utama penurunan adalah tidak adanya klub profesional Liga 2 yang menggunakan Stadion Tuban Sport Centre (TSC) sebagai kandang.
“Ya turun, tidak seperti dulu,” ujar Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Tuban, M. Emawan Putra.
Padahal, dalam dua musim sebelumnya, TSC sempat menjadi markas dua klub besar yaitu Persela Lamongan dan Gresik United. Kehadiran mereka memberikan dampak besar terhadap pendapatan daerah dari sektor sewa stadion dan fasilitas olahraga lainnya.
Tren Pendapatan Sempat Melesat, Kini Terkoreksi
Data menunjukkan, pada 2023 pendapatan dari fasilitas olahraga seperti Stadion Lokajaya, TSC, dan Tenis Indoor berhasil melampaui target. Dari target Rp88 juta, realisasinya menembus Rp116.218.000.
Kemudian pada 2024, target dinaikkan menjadi Rp125 juta. Hingga November 2024, realisasinya justru melejit hingga Rp251.930.000, setelah GOR Rangga Jaya Anoraga ikut memberikan kontribusi pemasukan.
Namun, pada 2025 ini, angka tersebut diperkirakan tidak setinggi tahun lalu karena minimnya penyewa eksternal berskala besar seperti klub Liga 2.
“Kita tetap maksimalkan potensi yang ada. Target juga sudah kita sesuaikan, dan saya sudah menyampaikan ke BPKPAD Kabupaten Tuban,” jelas Emawan.
Emawan mengungkapkan, sebenarnya pada awal tahun ini sempat ada dua klub Liga 2 yang menunjukkan minat untuk menjadikan TSC sebagai home base, yakni Deltras FC dan Persela Lamongan. Alasannya, biaya yang ditawarkan dinilai masih cukup terjangkau.
“Awalnya Deltras dan Persela menawar TSC karena dianggap lebih ekonomis. Kita sudah welcome, izinnya juga sudah ada,” bebernya.
Namun pada akhirnya, kedua klub memilih berkandang di daerah masing-masing setelah pengelola stadion setempat melonggarkan biaya sewa.
“Mungkin pengelola stadion di daerah mereka semakin melunak, jadi mereka kembali berkandang di tempatnya sendiri,” tambahnya.
Meski kehilangan potensi dari klub profesional, Disparbudpora tetap melakukan langkah optimalisasi dengan membuka akses lebih luas bagi event komunitas, turnamen antar pelajar, hingga kegiatan olahraga tingkat daerah.
“Strateginya kita maksimalkan penggunaan untuk masyarakat lokal dan event yang bisa mendatangkan pemasukan,” imbuhnya.
Pihaknya berharap TSC dan fasilitas olahraga lainnya tetap menjadi pilihan menarik bagi klub profesional maupun penyelenggara event besar di masa mendatang, agar tren pendapatan kembali positif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








