SURABAYA, Tugujatim.id – Kasus penggerebekan pesta seks sesama jenis di sebuah hotel kawasan Ngagel, Surabaya menuai sorotan tajam dari DPRD Surabaya.
Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Muhammad Saifuddin, mengapresiasi langkah cepat Polrestabes Surabaya yang berhasil mengamankan 34 pria dalam penggerebekan yang terjadi pada Minggu (19/10/2025) dini hari.
Politikus Partai Demokrat yang akrab disapa Bang Udin itu menegaskan, tindakan kepolisian bukan hanya penting dalam konteks penegakan hukum, tetapi juga untuk menjaga moral dan tatanan sosial masyarakat Kota Pahlawan.
“Saya sangat mengapresiasi suksesnya pihak kepolisian dalam mengungkap dan mengamankan pesta gay ini. Kasus seperti ini jangan berhenti di permukaan, harus diusut sampai ke akar-akarnya. Kalau dibiarkan, moral anak-anak di Surabaya bisa rusak,” ujar Bang Udin, Rabu, (22/10/2025).
Lebih lanjut, Bang Udin meminta agar aparat juga menindaklanjuti dugaan keterlibatan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam kasus tersebut. Menurutnya, jika benar ada PNS yang terlibat, sanksi tegas sesuai peraturan harus diberikan.
“Kalau memang ada oknum ASN yang ikut, panggil dan proses sesuai aturan. Negara tidak boleh mentolerir perilaku yang mencoreng nama baik institusi,” tegasnya.
Selain penegakan hukum, DPRD juga mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk mengambil langkah preventif dan edukatif guna mencegah kasus serupa terulang. Edukasi moral, penguatan nilai agama, dan pendekatan psikologis dinilai penting untuk menangkal perilaku menyimpang sejak dini.
“Masifkan edukasi agama dan moral di masyarakat, terutama bagi generasi muda. Libatkan tokoh agama, lembaga pendidikan, dan psikolog agar pencegahannya menyentuh akar persoalan,” imbuhnya.
Sebagai langkah konkret, Komisi A DPRD Surabaya berencana menggandeng Satpol PP dan instansi terkait untuk melakukan pemantauan dan penertiban terhadap tempat-tempat yang berpotensi menjadi lokasi praktik immoral.
Dengan langkah tegas aparat dan sinergi antara DPRD serta Pemkot, Bang Udin berharap peristiwa ini menjadi peringatan sekaligus momentum untuk memperkuat nilai moral dan sosial di tengah masyarakat Surabaya.
“Kami ingin memastikan Surabaya tetap bersih dari perilaku menyimpang. Jangan sampai kota ini dikotori oleh praktik seperti umat Nabi Luth di masa lalu,” pungkasnya. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Layla Aini
Editor: Darmadi Sasongko








