• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Gubernur Khofifah.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa akhirnya buka suara soal dugaan dana yang tersimpan atau mengedap di bank. (Foto: Dok Biro Adpim Setdaprov Jatim)

Gubernur Khofifah Tegaskan Dana di Bank Rp6,2 Triliun Tak Mengendap: Itu Silpa, Bukan Dana Nganggur!

Dwi Linda by Dwi Linda
7 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa dana sebesar Rp6,2 triliun milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur yang tercatat berada di bank bukanlah uang mengendap.

Dana tersebut merupakan sisa lebih pmbiayaan anggaran (silpa) yang secara aturan belum dapat digunakan hingga proses audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) rampung.

You might also like

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

04/06/2026 8:52 PM
Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Khofifah menanggapi sorotan publik usai Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut Jawa Timur termasuk daerah dengan dana terbesar yang tersimpan di bank per 22 Oktober 2025.

Baca Juga: Hadiah Hari Santri dari Khofifah: Trans Jatim Gratis Sehari

“Itu silpa. Silpa itu bisa berasal dari pelampauan pendapatan asli daerah (PAD). Misalnya, ada wajib pajak yang baru membayar di bulan November atau Desember, dana itu tidak bisa lagi masuk ke APBD tahun berjalan. Maka otomatis tercatat sebagai silpa,” kata Khofifah, Selasa (28/10/2025).

Menurut dia, silpa juga bisa muncul dari dana bagi hasil (DBH) yang baru diterima menjelang akhir tahun anggaran. Bahkan, dia mengatakan, pernah terjadi DBH baru turun pada 30 Desember, sehingga secara otomatis tidak bisa dimasukkan dalam APBD tahun tersebut.

“Kalau turunnya sudah di minggu keempat Oktober, apalagi November atau Desember, sesuai regulasi memang tidak bisa digunakan langsung. Maka dana itu ditempatkan di deposito sampai masa audit BPK selesai,” ujarnya.

Bukan Dana Nganggur, Tapi Mekanisme Keuangan Daerah

Gubernur Khofifah menekankan, penyimpanan dana di deposito merupakan bagian dari mekanisme pengelolaan keuangan daerah, bukan karena dana tersebut tidak dimanfaatkan. Proses audit BPK biasanya rampung pada bulan Mei tahun berikutnya, dan setelah itu dana silpa bisa dialokasikan melalui perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (PAPBD).

“Audit BPK selesai sekitar Mei. Setelah itu baru masuk PAPBD, biasanya Juli. Lalu disahkan melalui DPRD dan divalidasi Kemendagri sebelum bisa digunakan,” terangnya.

Dengan begitu, Khofifah melanjutkan, tudingan bahwa dana tersebut merupakan dana pusat yang mengendap di daerah itu tidaklah tepat.

“Bukan dana pusat yang mengendap. Ini dana daerah hasil PAD atau DBH yang masuk di akhir tahun. Jadi, bukan karena tidak digunakan, tapi karena secara aturan belum bisa dibelanjakan,” tegasnya.

Dana Giro untuk Operasional Rutin

Selain silpa yang disimpan di deposito, Pemprov Jatim juga memiliki rekening giro sebesar Rp1,6 triliun yang digunakan untuk belanja rutin dan pembayaran pegawai.

“Rekening giro kami Rp1,6 triliun itu untuk cash flow operasional. Kebutuhan belanja rutin kami sampai Desember saja mencapai Rp1,8 triliun,” pungkasnya.

Dengan penjelasan tersebut, Khofifah berharap publik memahami bahwa dana yang tersimpan di bank bukan merupakan bentuk ketidakmampuan daerah dalam menyerap anggaran, melainkan bagian dari siklus keuangan yang transparan, tertib, dan sesuai regulasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Layla Aini

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Gubernur Jatim KhofifahBerita Kota Surabaya hari iniDana mengendap Pemprov JatimGubernur Jawa Timur Khofifah Indar ParawansaKota Surabaya hari iniSurabaya
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Next Post
Pemkab Jember.

Restrukturisasi SOTK, Pemkab Jember Selektif Lelang Jabatan Eselon II

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID