Tugujatim.id – Aura Relia Fitrah, Mahasiswa Departemen Pendidikan Ilmu Pegetahuan Alam (IPA) Universitas Negeri Malang (UM) menciptakan pembelajaran komunikatif dan kolaboratif melalui Wordwall. Lewat inovasi tersebut tercipta suasana pembelajaran yang interaktif, menyenangkan dan kontekstual.
Pendidikan era globalisasi dan revolusi industri 4.0 abad 21 menghadirkan tantangan yang mengharuskan sistem pembelajaran tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pengembangan keterampilan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi dan kreativitas.
Dalam konteks pembelajaran IPA, hal ini menjadi tantangan bagi pendidik untuk menciptakan proses pembelajaran yang tidak hanya menekankan pada aspek kognitif, melainkan juga mampu menumbuhkan interaksi sosial dan kerjasama antar siswa.
“Karena itu diperlukan strategi inovasi pembelajaran yang dapat menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif, menyenangkan dan kontekstual yakni dengan menggunakan pendekatan Game-Based Learning berbasis Wordwall,” kata Aura Relia Fitrah.

Penelitian ini mengimplementasikan pendekatan Game-Based Learning berbasis Wordwall yang dikembangkan oleh mahasiswa Departemen Pendidikan IPA Universitas Negeri Malang dengan menggunakan metode kuantitatif dan desain nonequivalent control group design. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi rendahnya keterampilan komunikasi dan kolaborasi siswa pada mata pelajaran IPA, khususnya pada materi Organel Sel.
Kegiatan penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 1 Sumbermalang dengan melibatkan 32 siswa kelas VIII yang terbagi menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol, sehingga perolehan kemampuan awal antara kedua kelas dapat dibandingkan.

Proses penelitian dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu identifikasi masalah, penyusunan instrumen penelitian, pengumpulan data, dan analisis data. Kegiatan pembelajaran ini dikemas menggunakan model Teams Games Tournament (TGT) sehingga suasana belajar menjadi lebih aktif dan kompetitif.
Pada tahap awal, guru menyampaikan materi untuk membangun pemahaman dasar siswa. Selanjutnya, siswa bekerja dalam kelompok untuk memperdalam pemahaman dengan mengerjakan LKPD. Setelah itu, mereka mengikuti kompetisi berbasis Wordwall yang terdiri atas dua ronde, yaitu games (ronde 1) dan tournament (ronde 2).
Pembelajaran diakhiri dengan pemberian penghargaan kepada kelompok yang meraih skor tertinggi sebagai bentuk apresiasi terhadap kerja sama, kemampuan berkomunikasi, serta semangat kompetitif yang ditunjukkan selama kegiatan berlangsung.

Hal menarik dari terlaksananya pembelajaran IPA materi organel sel dengan pendekatan game-based learning tidak hanya meningkatkan keterampilan komunikasi dan kolaborasi, melainkan juga dapat meningkatkan semangat belajar.
Selain itu, beberapa siswa juga mengatakan bahwa “lebih menyukai pembelajaran seperti ini, yaitu belajar sambil bermain karena tidak membosankan” sehingga mereka lebih mudah memahami materi yang sedang dipelajari.
Penelitian ini berhasil dilaksanakan berkat dukungan pendanaan hibah penelitian skripsi dan Universitas Negeri Malang pada tahun 2025 yang memberikan kontribusi besar dalam pelaksanaan penelitian mengenai pengaruh game-based learning berbasis wordwall sebagai media interaktif dalam pembelajaran IPA.
Dengan penggunaan wordwall, diharapkan dapat memberikan pandangan baru bagi dunia pendidikan, khususnya dalam penerapan strategi pembelajaran yang memadukan teknologi dan kolaborasi. Langkah ini menjadi wujud nyata kontribusi generasi muda dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sains di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Editor: Darmadi Sasongko








