SIDOARJO, Tugujatim.id – Bupati Sidoarjo, H. Subandi, SH, M.Kn, menyerahkan santunan kepada enam keluarga korban meninggal dunia musibah bangunan runtuh di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Sabtu (1/11/2025).
Penyerahan dilakukan di kediaman masing-masing keluarga korban, didampingi jajaran Baznas Kabupaten Sidoarjo, Dinas Sosial, serta para Camat setempat.
Bupati Subandi dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam dan belasungkawa atas musibah yang menimpa para santri Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo.
“Mudah-mudahan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi kekuatan dan ketabahan. Ananda-ananda yang telah berpulang ini adalah pahlawan santri kita, berjuang menuntut ilmu di pondok pesantren, dan wafat dalam keadaan syahid,” ucap Bupati dengan nada haru.

Bupati Subandi menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama Baznas menyalurkan santunan sebesar Rp10 juta untuk masing-masing keluarga korban. Selain itu, dalam waktu dekat, Pemkab Sidoarjo juga akan menyalurkan bantuan pembangunan Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo senilai Rp1 miliar.
“Ini merupakan bentuk tanggung jawab moral sekaligus kepedulian kami terhadap dunia pendidikan keagamaan. Kami ingin pondok segera bangkit dan kembali beraktivitas, agar para santri bisa belajar dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
BACA JUGA: Dua Nama Baru Terungkap: Hasil Identifikasi Korban Ke-53 Tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo
Adapun enam keluarga penerima santunan tersebut adalah:
1. Keluarga almarhum Mohammad Abdul Rohman Nafis, warga Desa Betro, Kecamatan Sedati.
2. Keluarga almarhum M. Muhfi Alfian, warga Kelurahan Sidokerto, Kecamatan Buduran.
3. Keluarga almarhum Moh. Rizki Maulana Saputra, warga Desa Wadungasri, Kecamatan Buduran.
4. Keluarga almarhum Fairuz Shirojuddin, warga Desa Kepatihan, Kecamatan Tulangan.
5. Keluarga almarhum Irham Ghifari, warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Krian.
6. Keluarga almarhum Mochammad Adam Fidiansyah, warga Desa Jumputrejo, Kecamatan Sukodono.
Bupati Subandi menegaskan bahwa Pemkab Sidoarjo akan terus memberikan pendampingan dan perhatian kepada pihak pesantren maupun keluarga korban.

“Kami akan selalu hadir di tengah masyarakat. Pemerintah tidak akan tinggal diam, terutama saat masyarakat menghadapi masa sulit,” tegasnya.
Sementara itu, Jayanti Mandasari, ibu dari almarhum M. Muhfi Alfian, menyampaikan keikhlasannya atas kepergian sang anak.
BACA JUGA: Belajar dari Peristiwa Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Kelayakan Infrastruktur Ponpes di Mojokerto Dicek
“Mugi-mugi anak saya husnul khatimah dan bahagia di surga. Sejak mondok, perubahannya luar biasa. Saya ikhlas, saya ridho, Nak. Sampean dikasih istimewa sama Allah; tidak semua orang meninggal dalam keadaan sujud dan suci,” ujarnya sambil menitikkan air mata.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Subandi juga menyalurkan bantuan beras kepada warga yang tinggal sekitar dekat rumah duka sebagai bentuk kepedulian dan perhatian terhadap masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Fauzan
Editor: Darmadi Sasongko








