SURABAYA, Tugujatim.id – Aktivitas di Pelabuhan Tanjung Perak, Kota Surabaya, Jatim, dipastikan berjalan normal meski tengah menangani satu peti kemas yang diduga terpapar zat radioaktif Cesium-137 (Cs-137).
Pihak otoritas Pelabuhan Tanjung Perak menegaskan bahwa tidak ada penutupan kawasan dan seluruh proses bongkar muat tetap berlangsung aman serta sesuai dengan standar keselamatan.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak Agustinus Maun menjelaskan, pembongkaran kontainer dilakukan dengan pengawasan ketat dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) dan sejumlah instansi terkait lainnya.
Baca Juga: Arus di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Naik 20 Persen
“Penanganan dilakukan sesuai standar operasional penanganan barang berbahaya di atas kapal. Selama kegiatan berlangsung, pelabuhan tetap beroperasi normal,” kata Agustinus, Selasa (04/11/2025).
Kontainer yang berisi muatan cengkeh tersebut merupakan produk ekspor asal Indonesia yang dikembalikan dari Amerika Serikat karena diduga mengandung paparan Cs-137. Peti kemas tiba di Terminal Peti Kemas Tanjung Perak, Sabtu malam (01/11/2025), pukul 22.00 WIB.
Sebelum dibongkar, Bapeten terlebih dahulu melaksanakan pemeriksaan dan tes usap (swab test) di titik yang memiliki paparan tertinggi.
Hasil Pemeriksaan Tak Ada Kontaminasi
Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada kontaminasi pada permukaan luar peti kemas. Setelah itu, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) menerbitkan Certificate of Pratique yang menjadi dasar untuk menurunkan kontainer dari kapal dan melanjutkan pemeriksaan lanjutan dengan alat Radiation Portal Monitor (RPM).
Agustinus menambahkan, aktivitas lain di Pelabuhan Tanjung Perak tetap berjalan normal.
“Pada saat bersamaan, Terminal Peti Kemas Surabaya juga membongkar muat terhadap kapal Sinar Sulawesi, CMA CGM Dolomites, dan SPIL Niken. Jadi, tidak ada penghentian operasi sama sekali,” ujarnya.
Sementara itu, Satgas Penanganan Kontaminasi Radionuklida Cs-137 juga memastikan seluruh langkah dilakukan sesuai protokol keamanan nasional dan internasional. Masyarakat diimbau untuk tidak khawatir karena hingga kini tidak ditemukan adanya ancaman radiasi terhadap lingkungan maupun pekerja pelabuhan.
Dengan koordinasi lintas lembaga, mulai dari KSOP, Bapeten, BBKK, hingga Satgas Penanganan Cs-137, kegiatan di Pelabuhan Tanjung Perak dipastikan tetap aman, terkendali, dan sesuai dengan prosedur keselamatan yang berlaku.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Layla Aini
Editor: Dwi Lindawati








