MALANG, Tugujatim.id – Puluhan warga dan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Warga Malang (AWAM) menggelar demontrasi di Gerbang Utama Universitas Brawijaya (UB), Kamis (6/11/2025) siang. Mereka menolak usulan Soeharto jadi Pahlawan Nasional.
Puluhan pedemo berteriak dan membentangkan poster-poster penolakan Soeharto jadi pahlawan nasional. Koordinator AWAM, Rizal Maarif (40) menegaskan, sejarah demokrasi Republik Indonesia dimulai dari konstelasi pemerintahan yang korup dan melemahkan suara rakyat.
“Pada masa order baru, Soeharto sendiri sebagai pemimpin, pengambil keputusan, menjadi otak dan penanggungjawab penuh atas pelanggaran ham berat di masa lalu,” ujar Rizal.
Terlebih, dia melanjutkan, tragedi 98 yang kelam, merupakan titik puncak perlawanan terhadap pembungkaman demokrasi pada rezim yang dipimpin Presiden RI Soeharto.
“Kami dulu melawan, sekarang kok malah diusulkan jadi pahlawan,” imbuhnya.

AWAM kata dia, akan terus menolak pengusulan Soeharto jadi pahlawan nasional. Demonstrasi hari ini menurutnya hanya langkah awal untuk aksi selanjutnya. Dia juga meminta kepada para pengusul agar membaca kembali dokumen sejarah dan perjuangan rakyat Indonesia memperjuangkan era reformasi.
BACA JUGA: Tujuh Kampus Jawa Timur Masuk Daftar Terbaik Dunia Versi THE WUR 2026
“Demokrasi ini dibentuk atas perjuangan dan tetesan darah yang memberikan harapan masa depan,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, usulan menjadikan Soeharto sebagai pahlawan nasional terdeteksi dari Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) pada Maret 2025, yang mengusulkan nama Presiden RI Soeharto sebagai pahlawan nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: M Sholeh
Editor: Darmadi Sasongko








