TUBAN, Tugujatim.id – Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Kabupaten Tuban, Jatim, pada Kamis sore (06/11/2025) membuat sejumlah pohon tumbang di beberapa titik. Salah satu pohon tumbang di Tuban terjadi di jalur utama Merakurak–Montong yang sempat membuat arus lalu lintas tersendat.
Dua pohon besar jenis Solobin dan Flamboyan, masing-masing berdiameter sekitar 50 sentimeter, roboh melintang di tengah jalan. Peristiwa pohon tumbang di Tuban itu langsung mengundang perhatian warga sekitar karena menutup sebagian akses kendaraan.
Baca Juga: Hujan Deras dan Angin Kencang, 14 Pohon Tumbang di Malang Raya
Kapolsek Montong Iptu Komari mengatakan, pihaknya bersama petugas BPBD Tuban, relawan, dan anggota polsek segera turun tangan begitu menerima laporan warga. Mereka mengevakuasi batang pohon tumbang di Tuban menggunakan peralatan manual agar arus lalu lintas bisa kembali normal.
“Begitu mendapat laporan, kami langsung ke lokasi dan bersama petugas lainnya mengevakuasi pohon tumbang. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dan jalan sudah bisa dilalui kembali,” ujar Iptu Komari, Jumat (07/11/2025).
Menurut dia, proses pembersihan sempat membuat lalu lintas tersendat beberapa saat. Namun, berkat kesigapan petugas di lapangan, jalur Merakurak–Montong kini sudah lancar seperti biasa.
“Terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu proses evakuasi,” tambahnya.
Penyebab Gangguan Gelombang Atmosfer Rossby dan Low Frequency
Sementara itu, BMKG Juanda sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Jawa Timur, termasuk Kabupaten Tuban. BMKG memprediksi potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang akan berlangsung dalam periode 6–12 November 2025.
Penyebabnya, menurut BMKG, masih adanya gangguan gelombang atmosfer Rossby dan Low Frequency yang melintasi wilayah Jawa Timur. Selain itu, pola belokan angin serta suhu muka laut yang cukup hangat di sekitar Selat Madura juga mendukung pembentukan awan konvektif penyebab hujan intensitas tinggi.

BMKG mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap perubahan cuaca mendadak, terutama di wilayah dengan topografi curam, perbukitan, atau tebing, yang rawan terjadi longsor, banjir bandang, hingga pohon tumbang.
Warga juga disarankan untuk rutin memantau kondisi cuaca terkini melalui citra radar cuaca WOFI di laman resmi stamet-juanda.bmkg.go.id/radar atau kanal media sosial BMKG.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








