SURABAYA, Tugujatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu berkomitmen mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto menyampaikannya saat Rapat Koordinasi Program 1 Juta Rumah Perkotaan dan Monitoring BSPS Tahun 2025 untuk wilayah Jatim, di Surabaya, Senin (17/11/2025).
Untuk diketahui, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman menyelenggarakan rakor untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat penyediaan perumahan perkotaan.
Baca Juga: DPRD Surabaya Matangkan Raperda Hunian Layak dan Fokus Penanganan Permukiman Kumuh
Rakor ini sebagai langkah mempercepat pencapaian Program 3 Juta Rumah, mulai penyediaan rumah perkotaan, pedesaan, hingga kawasan pesisir.
Wawali Heli Suyanto menjelaskan, gambaran umum kebutuhan hunian layak di Kota Batu, termasuk keberadaan 658 unit rumah tidak layak huni (RTLH) yang masih memerlukan intervensi.
Dia juga menyoroti progres bantuan perumahan yang telah berjalan melalui dukungan APBD dan APBN, termasuk menangani rumah terdampak bencana.
Dinamika Pariwisata Jadi Tantangannya
Heli menekankan, tantangan penyediaan hunian layak di Kota Batu tidak hanya menyangkut keterbatasan lahan dan tingginya harga tanah, tetapi juga tekanan lingkungan akibat dinamika pariwisata.
Selain itu, dia melanjutkan, sejumlah skema pembiayaan perumahan nasional yang belum terserap optimal turut menjadi pekerjaan rumah bagi daerah.

“Kebijakan perumahan bukan hanya soal membangun rumah, tetapi memastikan pertumbuhan perumahan tetap sejalan dengan daya dukung lingkungan dan tata ruang kota,” ujarnya.
Karena itu, Heli berkomitmen Pemkot Batu untuk memperkuat perencanaan dan regulasi perumahan, termasuk penyelesaian dokumen strategis dan penyediaan insentif fiskal melalui pembebasan BPHTB serta retribusi PBG bagi MBR sesuai Perwali Nomor 12 Tahun 2025.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Ulul Azmy
Editor: Dwi Lindawati








