• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Gus Yahya

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya membantah secara tegas bahwa dirinya berafiliasi dengan Zionis Israel. (Layla Aini/TuguJatim) 

Gus Yahya Bantah Isu Berafiliasi dengan Zionis Israel: Saya ke Yerusalem Demi Palestina

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
7 months ago
in Nasional
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya angkat bicara terkait isu dirinya berafiliasi dengan Zionis Israel, sebagaimana belakangan ini ramai beredar di publik.

Tuduhan tersebut muncul bersamaan dengan dinamika internal PBNU serta dorongan dari sebagian pihak agar dirinya mundur dari jabatan Ketua Umum.

You might also like

Kedelai Nasional

Di Tengah Kenaikan Padi dan Jagung, Produksi Kedelai Nasional Justru Masih Rendah

20/05/2026 12:47 AM
Habib Mahdi Kherid ajak semua pihak bijak

Habib Mahdi Kherid Ajak Semua Pihak Bijak Menyikapi Perbedaan Pendapat

07/05/2026 9:58 PM

Ditemui, usai menghadiri rapat koordinasi PWNU se-Indonesia di Surabaya, Minggu (23/11/2025), Gus Yahya menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak benar dan sangat menyesatkan.

“Beredar di media sosial bahwa saya terafiliasi dengan Zionis, kemudian dikaitkan dengan tambang. Bagaimana? Saya itu tahun 2018 sudah pernah pergi ke Israel. Saya bertemu Netanyahu, Presiden Israel, dan berbagai elemen di sana dalam forum yang terbuka,” jelas Gus Yahya, kepada awak media, pada Minggu, (23/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa kunjungannya pada 2018 itu bukan pertemuan politik atau kerja sama strategis, melainkan agenda diplomasi moral dalam rangka memperjuangkan Palestina.

“Saya datang ke Yerusalem demi Palestina. Itu saya sampaikan secara terang-terangan, bahkan di depan Netanyahu sendiri. Dan sikap itu tidak pernah saya ubah sampai hari ini,” tegasnya.

Menurut Gus Yahya, kunjungan tersebut juga bukan rahasia dan telah diketahui publik, termasuk oleh para pemilih dalam Muktamar NU 2021.

“Ketua Cabang dan PWNU memilih saya. Mereka juga sudah tahu saya pernah ke Israel dan bertemu Netanyahu, lalu mereka memilih saya. Jadi kenapa itu baru dipersoalkan sekarang?” ucapnya.

Gus Yahya mengaku telah melakukan komunikasi dengan sejumlah anggota Syuriyah PBNU untuk meluruskan informasi yang dinilai tidak utuh.

“Mereka menyesal karena informasi yang diterima sebelumnya tidak lengkap. Setelah penjelasan, alhamdulillah mereka memahami,” tuturnya.

Ia berharap adanya forum besar yang mempertemukan para masyayikh dan kiai sepuh untuk melahirkan keputusan moral yang maslahat bagi organisasi.

Bantah Fitnah soal Dana Ratusan Miliar

 

Selain isu Israel, Gus Yahya juga menepis rumor lain yang menyebut dirinya menerima dana hingga ratusan miliar rupiah.

“Rumor sudah tidak karuan. Ada yang menuduh saya makan uang Rp900 miliar dan fitnah macam-macam. Tapi saya tidak mau bergerak berdasarkan prasangka,” jelas Gus Yahya.

Menurutnya, keputusan dalam organisasi harus berlandaskan fakta, bukan tekanan opini atau informasi simpang siur.

Tetap Tenang Hadapi Goncangan

Saat ditanya mengenai hubungannya dengan tokoh internal lainnya, termasuk Sekjen PBNU Gus Ipul, Gus Yahya menjawab santai bahwa hubungan tetap baik.

Ia juga menambahkan bahwa selain kegiatan organisasi, dirinya akan sowan kepada para ulama sepuh.

“Saya hanya ingin meminta doa dan nasihat. Itu bukan forum untuk mengadu,” tuturnya.

Di tengah dinamika yang terus menghangat, Gus Yahya menegaskan tiga hal yakni tidak gentar, tidak akan mengubah komitmen terhadap perjuangan Palestina, dan menyerahkan masa depan organisasi pada musyawarah para ulama.

“Saya tetap pada sikap saya. Semoga penyelesaian persoalan ini hadir melalui suara moral dan kebijaksanaan para kiai,” pungkasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter: Layla Aini

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: Gus Yahya diminta mundurKonflik PBNUNahdlatul UlamaPBNU
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Kedelai Nasional

Di Tengah Kenaikan Padi dan Jagung, Produksi Kedelai Nasional Justru Masih Rendah

by Mochamad Abdurrochim
20/05/2026 12:47 AM
0

JAKARTA, Tugujatim.id – Capaian sektor pertanian nasional belum sepenuhnya memuaskan. Di balik produksi padi dan jagung yang dinilai melampaui target pemerintah,...

Habib Mahdi Kherid ajak semua pihak bijak

Habib Mahdi Kherid Ajak Semua Pihak Bijak Menyikapi Perbedaan Pendapat

by Mochamad Abdurrochim
07/05/2026 9:58 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id — Habib muda asal Jawa Timur, Habib Mahdi Kherid mengajak seluruh pihak untuk menyikapi perbedaan pendapat dengan bijak...

May Day

Jelang May Day, Polrestabes Surabaya Antisipasi 22 Titik Krusial 

by Darmadi Sasongko
30/04/2026 5:04 AM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Menjelang hari buruh atau May Day 2026 yang diperingati setiap 1 Mei, Polrestabes Surabaya mulai mempersiapkan beberapa...

Ansor

Aktivis Ansor Jatim Nilai Dudung Sebagai Kepala KSP Pilihan Tepat di Tengah Suasana Anomali Geopolitik Global

by Darmadi Sasongko
28/04/2026 9:09 AM
0

Jakarta, Tugujatim.id  – Aktivis Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur menilai penunjukan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman sebagai Kepala Kantor...

Next Post
Gus Fawait

Stadion PTM Anugerah Kencong Diresmikan, Gus Fawait: Desa Juga Bisa Lahirkan Atlet Nasional!

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID