MALANG, Tugujatim.id – Penurunan hasil panen tembakau di Kabupaten Malang terjadi akibat cuaca buruk pada 2025. Tembakau jadi tanaman yang mudah rusak jika terus terpapar air hujan lebih dari empat hari berturut-turut.
Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Malang Sukadi mengatakan, biasanya satu pohon tembakau menghasilkan 14-16 daun dengan kualitas sesuai permintaan pabrik rokok. Tapi, petani tahun ini hanya bisa mengambil 8-10 lembar daun berkualitas.
“Warna daun kekuningan saat dipanen, lalu ada bintik-bintiknya. Itu yang kualitasnya bagus,” ujar Sukadi, beberapa waktu lalu.
Baca Juga: DPRD Jember Revisi Rencana Anggaran 2026, Buntut Dana Cukai Tembakau Dipangkas Rp75 Miliar
Jika cuaca baik, dia mengatakan, setiap hektare lahan bisa menghasilkan 1,5 ton tembakau kering. Sedangkan lahan tembakau di Kabupaten Malang kini hanya menghasilkan kurang dari satu ton per hektare.
Selain hasil panen berkurang, hujan juga membuat kualitas tembakau menurun. Akibatnya, harga per kilogram juga tidak setinggi biasanya.

Sukadi mengungkapkan, tembakau kering berkualitas baik dijual dengan harga Rp55 ribu per kilogram. Sayang, harganya kini anjlok hingga Rp40 ribu per kilogram. Tentunya, harga ini juga bergantung pada varietas tembakau.
“Karena cuaca tidak bagus, kualitas tembakau juga menurun,” kata Sukadi.
Penurunan Terjadi Se-Indonesia
Sementara itu, Sekretaris Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Pertanian (DTPHP) Kabupaten Malang Kholida Masruroh membenarkan adanya penurunan hasil tembakau sekitar 10 persen akibat sering hujan. Tidak hanya di Kabupaten Malang, dia mengatakan, penurunan juga terjadi se-Indonesia.
“Secara nasional sama (ada penurunan) karena anomali cuaca,” ujar Kholida.
Untuk diketahui, Kabupaten Malang memiliki 824 hektare lahan tembakau. Sekitar 350 hektare di antaranya berada di Kecamatan Donomulyo.
Pada 2024, total produksi tembakau di Kabupaten Malang berada di angka 1.460 ton. Beberapa varietas tembakau di antaranya adalah virgin, rejeb, samporis, dan nori.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Dwi Lindawati








