SURABAYA, Tugujatim.id – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengungkapkan, Presiden RI Prabowo Subianto memberi instruksi untuk mempercepat pemeriksaan dan perbaikan infrastruktur pesantren di seluruh Indonesia yang masuk kategori rawan.
Hasil identifikasi awal, terdapat sedikitnya 80 pondok pesantren yang dinilai memiliki tingkat kerawanan struktur bangunan sangat tinggi dan membutuhkan penanganan segera.
“Sedikitnya ada sekitar 80 pondok pesantren yang tingkat kerawanannya sangat tinggi. Presiden menginstruksikan agar segera diperbaiki sebelum terjadi musibah. Kita bersyukur Presiden sangat proaktif memberikan perhatian khusus kepada pondok pesantren,” kata Nasaruddin usai menghadiri acara di UIN Sunan Ampel Surabaya, Rabu (26/11/2025).
Nasaruddin memastikan langkah ini bukan sekadar respons jangka pendek, melainkan menjadi program prioritas nasional. Kementerian Agama akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta kementerian teknis lainnya untuk mempercepat asesmen dan rehabilitasi.
“Keselamatan santri adalah prioritas kita. Jangan menunggu kejadian. Kita bergerak lebih awal,” tegasnya.
Peristiwa Sidoarjo Jadi Titik Balik
Nasaruddin menyebut insiden di Sidoarjo bukan hanya kecelakaan konstruksi biasa, tetapi alarm keras yang menunjukkan banyak pesantren masih jauh dari standar bangunan aman dan layak.
Ia menegaskan, langkah pendataan ini diharapkan menjadi yang terakhir, agar tak ada lagi korban di lingkungan pendidikan keagamaan.
“Ini yang terakhir, jangan lagi ada kejadian seperti ini. Maka atas arahan Bapak Presiden, Kementerian PUPR dan Kementerian Agama diminta mendata pesantren yang rawan. Jangan sampai terjadi lagi,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Layla Aini
Editor: Darmadi Sasongko








