MOJOKERTO, Tugujatim.id – Hujan deras dan angin kencang membuat cungkup pelindung situs Candi Gemekan di Gemekan, Sooko, Mojokerto, ambruk. Tak ayal, atap situs Gemekan yang ambruk ini menimpa struktur bangunan candi tersebut.
Atap pelindung yang ambruk ini terbuat dari bambu yang ditambah dengan baliho sebagai pelindung. Material yang jauh dari layak ini menjadi penyebab utama mudah ambruk akibat terjangan hujan deras dan angin kencang.
Baca Juga: Situs Balekambang Malang Diusulkan Warga Jadi Cagar Budaya
Sekdes Gemekan Hendra Agung mengatakan bahwa benar atap pelindung situs Gemekan ambruk akibat cuaca ekstrem. Ditambah, material yang digunakan juga tidak memadai untuk tahan terhadap kondisi cuaca tersebut.
“Saat ambruk, tidak merusak struktur situs, alhamdulillah. Sedikit mengenai (struktur situs) tapi tidak sampai rusak. Kami berharap ada perhatian baik dari Pemkab Mojokerto maupun BPK XI Jatim untuk kondisi ini,” ujarnya, Rabu (10/12/2025).
Ekskavasi Sempat Ramai Diekspos
Kondisi ini berbeda jauh saat situs Gemekan dulu diekskavasi. Hampir seluruh temuan di situs tersebut diekspos luar biasa. Namun, setelah ekskavasi usai, belum ada perhatian serupa seperti saat awal ekskavasi berlangsung.
“Kecewa pasti, dulu ramai pas ada ekskavasi. Seperti kayak ada bedanya sama situs lain yang peninggalan Majapahit, ini kan beda,” tandas Hendra.
Dia mengaku, pihaknya sudah menyampaikan kondisi terkini situs Gemekan. Beberapa usul juga sudah dia lontarkan, seperti pembebasan lahan, termasuk penetapan menjadi cagar budaya.
“Supaya sah, biar nanti siapa yang mengelola juga jelas. Sampai hari ini belum bisa bicara siap yang benar tanggungjawab, belum ditetapkan soalnya,” urainya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








