• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Hari Nusantara.

Salah satu poster Hari Nusantara. (Foto: dok Setneg RI)

Akar Sejarah Hari Nusantara yang Diperingati Setiap 13 Desember

Dwi Linda by Dwi Linda
6 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Hari yang tidak cukup populer namun berdampak besar di Indonesia ternyata masih ada. Salah satunya Hari Nusantara yang diperingati setiap 13 Desember. Peringatan ini merupakan tonggak sejarah yang membentuk wajah geografis dan geopolitik Indonesia hingga hari ini.

Laman dari Komdigi menyebutkan bahwa momen ini berakar dari adanya Deklarasi Djuanda pada 1957 silam. Deklarasi tersebut ternyata mengubah status Indonesia dari negara yang terpisah-pisah menjadi negara kesatuan utuh.

You might also like

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM
Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

04/06/2026 1:57 PM

Baca Juga: Praktisi Hukum Mojokerto: Hari Hak Azasi Manusia Bukan Sekadar Seremonial

Sebelum adanya deklarasi tersebut, perairan di antara pulau-pulau Nusantara masih dianggap sebagai laut bebas internasional berdasarkan hukum kolonial (Territoriale Zee en Maritieme Kringen Ordonantie 1939). Bila demikian, hal tersebut membuat wilayah laut Indonesia seolah terpotong-potong. Hal ini membuka potensi ancaman terhadap kedaulatan negara.

Deklarasi Djuanda dinamai demikian sebab diprakarsai oleh Perdana Menteri saat itu, Djuanda Kartawidjaja. Deklarasi yang berlangsung pada 13 Desember 1957 menguatkan sebuah prinsip baru: seluruh perairan di sekitar, di antara, dan yang menghubungkan pulau-pulau yang termasuk daratan Republik Indonesia, tanpa memandang luas atau lebarnya, merupakan bagian yang tak terpisahkan dari wilayah daratan negara. Deklarasi ini kemudian dikenal sebagai konsep Wawasan Nusantara.

Bukti Perjuangan Diplomatik yang Panjang

Deklarasi ini muncul bukan hanya sekadar klaim, namun menjadi perjuangan diplomatik yang panjang. Konsep Wawasan Nusantara membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk diakui secara internasional. Titik puncaknya adalah ketika prinsip negara kepulauan (archipelagic state) Indonesia akhirnya diterima dan dikodifikasi dalam Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS) tahun 1982.

Dari adanya ratifikasi UNCLOS tersebut, wilayah laut Indonesia yang tadinya sekitar 2 juta km² melonjak menjadi kurang lebih 5,8 juta km². Hal ini menjadikannya salah satu negara kepulauan terbesar di dunia.

Hari Nusantara juga sekaligus menjadi pengingat kolektif bahwa laut bukan sekadar pemisah, melainkan perekat kedaulatan yang mempersatukan lebih dari 17.000 pulau. Peringatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen menjaga ekosistem maritim, mendorong ekonomi kelautan, dan memastikan keamanan wilayah perairan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Hanif Nanda Zakaria

Editor: Dwi Lindawati

Tags: 13 Desember hari apaHari Nusantara 2025Peringatan 13 DesemberSejarah Hari Nusantara
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Probolinggo.

Lukai Diri Sendiri, Perawat RS di Probolinggo Rekayasa Dibegal demi Tutupi Jual Motor sang Ayah

by Dwi Linda
04/06/2026 12:32 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Kasus dugaan pembegalan yang sempat menghebohkan warga Kabupaten Probolinggo akhirnya terungkap. Seorang perawat RSUD Waluyo Jati Kraksaan...

Next Post
Olimpiade Sains Airlangga.

Berburu Golden Ticket Unair, 6.206 Pelajar Se-Indonesia Ikuti Olimpiade Sains Airlangga 2025

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID