MOJOKERTO, Tugujatim.id – Operasi Lilin Semeru 2025 di Kota Mojokerto berlangsung tidak lama lagi. Giat operasi yang dilaksanakan selama 2 pekan ke depan ini melibatkan 308 personel gabungan dari berbagai unsur. Mulai dari unsur Polri, TNI, dinas perhubungan, PMI, dan instansi terkait untuk Natal dan Tahun Baru.
Sementara itu, tanda dimulainya operasi ini terlihat dari penyematan pita oleh Kapolres Mojokerto Kota AKBP Herdiawan Arifianto kepada perwakilan personel gabungan pada Jumat (19/12/2025).
Baca Juga: 4 Pos Disiagakan saat Operasi Lilin Semeru 2025, Polres Tuban Fokus Pengamanan Nataru
“Harapan kami, seluruh personel memberikan layanan terbaik untuk masyarakat selama Natal 2025 dan Tahun Baru 2026,” terangnya pada Sabtu (20/12/2025).
Dia berharap adanya sinergi dan kebersamaan yang kuat dalam merayakan Nataru dengan aman dan nyaman.
“Kami juga berharap sinergi dan kebersamaan yang kuat agar masyarakat dapat merayakan (Natal dan Tahun Baru) dengan aman dan nyaman,” imbuhnya.
Selain itu, saat apel pasukan, pihak Polres Mojokerto Kota turut mendoakan korban bencana alam di Sumatra serta wilayah lain di Indonesia.
“Doa dan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa untuk para korban, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ucap AKBP Herdiawan.
Potensi Pergerakan Masyarakat Capai 119,5 Juta Orang
Sementara itu, informasi yang diterima dari survei Kementerian Perhubungan menyebutkan bahwa potensi pergerakan masyarakat pada momen Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 diprediksi mencapai 119,5 juta orang. Prediksi ini meningkat sekitar 7,97 persen bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Selain itu, BMKG turut memprediksi adanya 3 sistem siklonik di sekitar wilayah Indonesia. Kondisi ini berpotensi menimbulkan hujan lebat, angin kencang serta gelombang tinggi, seiring dengan prediksi puncak musim hujan pada November 2025 hingga Februari 2026. Kondisi demikian menuntut kesiapsiagaan ekstra dari seluruh personel pengamanan.
“Sebagai bentuk kesiapan, Operasi Lilin Semeru 2025 selama 14 hari melibatkan 146.701 personel gabungan, terdiri dari 77.637 personel Polri, 13.775 personel TNI, dan 55.289 personel dari instansi terkait lainnya,” urai AKBP Herdiawan.
Untuk mendukung operasi tersebut, turut disiapkan pula total 2.903 pos pengamanan yang terdiri dari 1.807 pos pengamanan, 763 pos pelayanan, dan 333 pos terpadu yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Pos-pos ini memberikan pelayanan pada 44.436 objek pengamanan, mulai dari tempat ibadah seperti gereja, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, hingga tempat wisata dan lokasi perayaan malam pergantian tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








