JEMBER, Tugujatim.id – Politeknik Negeri Jember (Polije) baru-baru ini melakukan Gelar Produk Project Based Learning (PBL) tentang pendampingan badan usaha milik desa (BUMDes) di Gedung Terpadu Agribisnis Lantai 1 Polije, Senin (22/12/2025). Mahasiswa Polije pun mendampingi tata kelola keuangan desa.
Agenda ini diinisiasi oleh Program Studi Sarjana Terapan Akuntansi Sektor Publik atau Prodi AKP Polije. Tepatnya, sebagai bagian dari wujud implementasi pembelajaran berbasis proyek atau Gelar Produk Project Based Learning (PBL).
Mengusung tema “Empowering Public Sector: Sinergi Inovasi demi Keberlanjutan Ekonomi dan Lingkungan”, pendampingan yang melibatkan mahasiswa Polije Prodi AKP ini fokus pada pengelolaan keuangan dan dana desa di BUMDes.
Baca Juga: Polije Raih 5 Penghargaan Diktisaintek 2025
Direktur BUMDes Ajong Rejo Ishak Setiawan mengapresiasi positif atas terlaksananya pendampingan pengelolaan keuangan di BUMDes wilayahnya. Menurut dia, agenda dari mahasiswa Polije Prodi AKP ini membawa perubahan yang signifikan. Dari yang semua masih manual, kini bisa lebih rapi dan tertata.
“Sebelumnya pencatatan keuangan masih manual dan tidak teratur. Setelah pendampingan mahasiswa, laporan keuangan menjadi lebih rapi dan tertata,” katanya.
Dengan adanya pengelolaan keuangan yang lebih baik, Ishak menambahkan, peran BUMDes semakin kuat untuk mendukung masyarakat. Terlebih di sektor pertanian, melalui pengembangan produk lokal. Baik beras atau program pendukung lainnya.
Sasaran 19 BUMDes di Kabupaten Jember
Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Akademik Polije Surateno SKom MKom menjelaskan, jika sebelumnya mahasiswa AKP Polije ini diharuskan untuk terjun langsung ke lapangan di 19 BUMDes yang mayoritas tersebar di Kabupaten Jember.
Mereka mendampingi BUMDes sehingga pengelolaan keuangan di tingkat desa lebih tertib, transparan, dan akuntabel. Hasilnya, PBL yang dilaksanakan oleh mahasiswa Prodi AKP Polije menunjukkan hasil nyata. Meningkatnya sinergi pendidikan vokasi dan kebutuhan masyarakat desa.
“Kolaborasi ini menghasilkan berbagai aplikasi dan produk sesuai kebutuhan masing-masing BUMDes, sekaligus mengintegrasikan isu SDGs, keberlanjutan, dan lingkungan,” ungkapnya.

Surateno menegaskan jika PBL Prodi AKP Polije diperkuat dengan komitmen gerakan antikorupsi. Salah satunya dengan penetapan duta antikorupsi dari unsur pegawai, dosen, teknisi maupun mahasiswa Polije.
Hal ini menjadi bagian sekaligus UPT bersama guna mewujudkan tata kelola BUMDes dan pengelolaan dana desa yang transparan dan akuntabel.
Salah satu mahasiswa bernama Najwa Alifa Hamda mengaku antusias mengikuti program ini. Dia mengatakan, pendampingan yang dilakukan di antaranya pendampingan pengoperasian aplikasi untuk pencatatan keuangan BUMDes.
Pendampingan tersebut ditargetkan mampu membantu BUMDes dalam menyusun laporan keuangan yang lebih sistematis serta bisa dipertanggungjawabkan. Bukan saja pada saat ada audit desa, tapi juga pada masyarakat setempat.
“Kegiatan ini memberi pengalaman langsung memahami kondisi riil BUMDes sekaligus berkontribusi memperbaiki sistem pengelolaan keuangan desa,” ujar mahasiswa prodi AKP Polije itu. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Feni Yusnia
Editor: Dwi Lindawati








