TUBAN, Tugujatim.id – Sepanjang 2025, Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tuban mencatat aktivitas penanganan yang cukup padat. Hingga 31 Desember 2025, total laporan yang masuk dan ditangani Damkar Tuban mencapai 840 kejadian dengan beragam jenis aduan dari masyarakat.
Kepala Bidang Damkar Tuban H. Sutaji menjelaskan, dari ratusan laporan tersebut, kejadian kebakaran justru bukan yang paling dominan. Sepanjang 2025, pihaknya menangani 66 laporan kebakaran. Selebihnya didominasi laporan evakuasi hewan dan kejadian non kebakaran lainnya.
Baca Juga: Warung Seafood di Tuban Terbakar, Damkar Gerak Cepat Padamkan Api
“Paling banyak itu evakuasi hewan. Ada 330 laporan tawon, 328 laporan ular, sisanya laporan lain seperti evakuasi cincin, kucing, dan sebagainya,” ungkap Sutaji.
Untuk evakuasi ular, Damkar Tuban menaruh perhatian khusus pada jenis-jenis yang membahayakan. Ular piton dan kobra menjadi jenis yang paling sering dievakuasi. Sutaji menegaskan, khusus ular berbisa seperti kobra, masyarakat diminta tidak mencoba menangani sendiri.
“Kami larang warga menangani ular berbisa. Kalau kobra, biar petugas kami yang datang dan mengevakuasi,” tegasnya.

Sementara untuk ular piton, Sutaji menyebut sebagian masyarakat sudah mulai berani dan paham cara penanganannya, seiring dengan seringnya sosialisasi dan latihan. Meski demikian, pihak Damkar Tuban tetap mengimbau agar warga cukup mengamankan area dan menunggu petugas, kecuali bagi yang benar-benar berpengalaman.
Ular-ular yang berhasil dievakuasi kemudian diamankan sementara oleh Damkar Tuban. Hewan tersebut dirawat, dimandikan, diberi makan, lalu dilaporkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Biasanya dalam kurun waktu sekitar tiga bulan, BKSDA akan menjemput untuk kemudian dilepasliarkan ke habitat yang sesuai.
Kasus Kebakaran Didominasi Korsleting Listrik
Untuk kasus kebakaran, Sutaji menyampaikan, penyebab utama masih didominasi masalah kelistrikan. Dari total 66 kejadian kebakaran, sekitar 39 kasus disebabkan korsleting listrik. Selain itu, faktor kelalaian juga menjadi pemicu, seperti lupa mencabut colokan listrik atau kompor dan LPG yang tidak dimatikan.
Namun demikian, jumlah kejadian kebakaran pada 2025 tercatat menurun dibanding tahun sebelumnya yang hampir mencapai 100 kasus. Penurunan ini, menurut Sutaji, tidak lepas dari peran aktif pemerintah desa dan masyarakat melalui program “1 RT 1 APAR”.
“Banyak desa sudah mengadakan APAR di tiap RT. Bahkan, ada kejadian kebakaran yang sudah padam duluan sebelum petugas datang,” ujarnya.
Baca Juga: 4 Ular Kobra Bersarang di Sumur Makam Tuban, Petugas Damkar Lakukan Evakuasi Menegangkan
Wilayah dengan kasus kebakaran terbanyak selama 2025 tercatat di Kecamatan Tuban, Semanding, dan Rengel. Kepadatan permukiman menjadi salah satu faktor tingginya potensi kebakaran di tiga wilayah tersebut.
Menutup keterangannya, Sutaji mengimbau masyarakat agar tidak panik saat muncul api kecil. Dia meminta warga segera memadamkan api dengan cara yang aman, bukan justru merekam kejadian.
Selain itu, masyarakat diminta segera melapor melalui call center Damkar Tuban yang dapat diakses gratis melalui berbagai platform resmi Damkar Tuban.
“Layanan kami gratis, tidak dipungut biaya apa pun,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








