MALANG, Tugujatim.id – Universitas Negeri Malang (UM) kembali melaksanakan Program Asistensi Mengajar (AM) yang berlangsung pada 26 Agustus hingga 6 Desember 2024. Salah satu sekolah mitra dalam program ini adalah SMA Laboratorium UM.
Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya terlibat dalam kegiatan akademik di kelas, tetapi juga aktif mendukung berbagai aktivitas non-akademik sekolah. Selama pelaksanaan Asistensi Mengajar, mahasiswa UM diarahkan untuk berperan langsung dalam membantu operasional sekolah sehari-hari.
Baca Juga: Kontribusi di Dunia Pendidikan, Mahasiswa UM Program Asistensi Mengajar di SMKN 2 Trenggalek
Keterlibatan ini menjadi bagian penting dalam pembentukan kompetensi mahasiswa sebagai calon pendidik yang tidak hanya memahami proses pembelajaran, tetapi juga sistem kerja dan budaya sekolah secara menyeluruh.
Salah satu aktivitas rutin yang dijalani mahasiswa Asistensi Mengajar adalah piket kesiswaan dan tata usaha. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari dengan tujuan membantu sekolah dalam memantau kehadiran peserta didik.

Mahasiswa bertugas memeriksa kehadiran siswa SMA Laboratorium di setiap kelas pada jam yang telah ditentukan, mencatat siswa yang tidak hadir karena sakit, izin, maupun tanpa keterangan pada buku jurnal piket, serta mengembalikan data tersebut ke lobi untuk ditindaklanjuti oleh petugas terkait.
Kegiatan Mahasiswa UM di Sekolah
Selain itu, mahasiswa AM juga terlibat dalam piket morning motivation yang dilaksanakan setiap pagi. Kegiatan ini dilakukan bersama duta putra-putri berkarakter SMA Laboratorium UM, pengurus OSIS, serta guru piket.
Piket morning motivation bertujuan menyambut kedatangan siswa dan guru sekaligus menanamkan kedisiplinan sejak pagi hari.
Mahasiswa membantu memeriksa kelengkapan atribut sekolah, seperti badge seragam, kerudung berlogo sekolah bagi siswi, serta kerapian rambut siswa. Kegiatan ini berlangsung di halaman depan sekolah mulai pukul 06.30 hingga 07.10 WIB.

Peran mahasiswa Asistensi Mengajar juga terlihat dalam piket kurikulum. Dalam kegiatan ini, mahasiswa bertugas sebagai guru pengganti ketika guru mata pelajaran berhalangan hadir.
Mahasiswa mendampingi peserta didik di kelas, menyampaikan penugasan dari guru pengampu, serta memastikan kegiatan belajar tetap berjalan kondusif. Piket kurikulum ini bertujuan mengantisipasi kelas kosong agar tidak mengganggu proses belajar mengajar di kelas lain.
Melalui rangkaian aktivitas tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung mengenai dinamika sekolah, mulai dari manajemen peserta didik, kedisiplinan, hingga koordinasi antarbagian.
Baca Juga: Program Asistensi Mengajar UM Tingkatkan Kualitas Pembelajaran di SMAN 1 Malang
Program Asistensi Mengajar menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu kependidikan yang telah diperoleh di bangku perkuliahan ke dalam praktik nyata di lapangan. Selain meningkatkan kompetensi akademik, program ini juga melatih keterampilan praktis mahasiswa, seperti komunikasi, tanggung jawab, kerja sama tim, serta manajemen waktu.
Dengan keterlibatan aktif dalam kegiatan akademik dan non-akademik, mahasiswa Universitas Negeri Malang dibekali pengalaman komprehensif sebagai calon pendidik yang siap menghadapi dunia kerja di masa depan.
Program Asistensi Mengajar UM di SMA Laboratorium UM menampilkan aktivitas harian mahasiswa dalam kegiatan akademik dan non-akademik sekolah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Feni Yusnia
Editor: Dwi Lindawati








