JEMBER, Tugujatim.id – Usai menembus Rp1 triliun Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jember 2025. Badan pendapatan daerah (bapenda) menargetkan PAD Jember Rp1,6 triliun di akhir pemerintahan Bupati Fawait.
Target ambisius ini disampaikan Ketua Bapenda Jember Achmad Imam Fauzi yang meyakini pencapaian tersebut dapat terwujud meski dengan modal awal yang terbatas.
“Ketika Gus Bupati bilang di tahun 2026 menyentuh Rp1 triliun, saya kaget karena modalnya terbatas. Tapi saya meyakini, mengimani pemimpin itu adalah sebuah keyakinan,” ungkap Achmad Imam Fauzi pada Selasa (06/01/2026).
Baca Juga: PAD Jember Tembus Rp1 Triliun, Target Kemiskinan di Bawah 200 Ribu Jiwa
Dalam mengejar target PAD Jember, bapenda menerapkan strategi efisiensi dengan prinsip “tutup keran bocor”. Fauzi menegaskan bahwa langkah praktis berupa mitigasi menjadi kunci utama dengan menekankan pentingnya ketelatenan dalam pelaksanaan.
“Sebaik apa pun sistem dalam teori manajemen, itu masih kalah dengan ketelatenan,” tegasnya.
Fauzi mengapresiasi kebijakan bupati yang mengedepankan keadilan sosial, termasuk langkah berani menurunkan retribusi pasar hingga 100 persen. Menurut dia, kebijakan tersebut mencerminkan pendekatan utilitarianisme yang tidak individualistis, melainkan lebih berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.
“Visi-misi beliau (Bupati Jember Muhammad Fawait, Red) luar biasa. Keberpihakannya jelas, pajaki orang kaya, jangan pajaki orang miskin,” ujar Fauzi.
Bapenda Kaji Ulang Penerapan Pajak Restoran
Dia juga menyoroti rencana pemberian insentif bagi pemuda dan komitmen untuk melindungi kelompok ekonomi lemah dari beban pajak yang tidak adil.
Bapenda Jember tengah mengkaji ulang penerapan terkait pengenaan pajak restoran. Khususnya regulasi yang mewajibkan pajak bagi usaha dengan omzet di bawah Rp10 juta dinilai tidak adil karena menyasar kelompok UMKM.
“Kami akan mengusulkan penyesuaian. Banyak kabupaten menerapkan batas Rp5 juta atau Rp7,5 juta, bukan Rp10 juta. Ini salah satu yang perlu kami perbaiki,” jelasnya.
Baca Juga: Target PAD Dinilai Tak Realistis, Bapenda Jember Akui Sepuluh Tahun Terakhir Meleset
Meski PAD 2024 tercatat sebesar Rp520 miliar-Rp600 miliar, naik sekitar Rp100 miliar dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp426 miliar, Fauzi optimis target Rp1,3 triliun hingga Rp1,6 triliun di akhir periode kepemimpinan Bupati Jember Muhammad Fawait dapat tercapai bahkan terlampaui.
“Target itu bukan mustahil. Bahkan bisa lebih dari itu. Kami belum menyentuh potensi teknologi secara maksimal,” katanya.
Fauzi menekankan bahwa keberhasilan ini tidak bisa dicapai sendirian, melainkan membutuhkan kerja sama seluruh stakeholder dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
“Ini kerja tim. Modal utamanya adalah kepercayaan dan kepemimpinan yang memberikan ruang kreasi, dengan tetap ada konsekuensi, ada reward and punishment,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








