BATU, Tugujatim.id – Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang tergabung dalam Program Asistensi Mengajar (AM) turut menunjukkan kepedulian terhadap isu sosial di lingkungan sekolah melalui edukasi tentang bahaya cyberbullying di SMAN 2 Kota Batu.
Program di SMANe 2 Kota Batu dilaksanakan selama periode 26 Agustus hingga 6 Desember 2024 sebagai bagian dari implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Baca Juga: Program Asistensi Mengajar, Potret Aktivitas Harian Mahasiswa UM di SMA Laboratorium Malang
Program Asistensi Mengajar merupakan wadah bagi mahasiswa, khususnya dari program studi kependidikan untuk mempraktikkan langsung peran sebagai calon pendidik di satuan pendidikan.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa UM berkolaborasi dengan dosen pembimbing lapangan serta guru pamong di sekolah penempatan, tidak hanya dalam kegiatan akademik, tetapi juga non-akademik yang menyentuh aspek karakter dan sosial siswa.

Salah satu kontribusi nyata mahasiswa AM di SMAN 2 Kota Batu diwujudkan melalui kegiatan seminar dan talkshow yang mengangkat tema cyberbullying. Isu ini dipilih karena dinilai relevan dengan tantangan yang dihadapi remaja di era digital sekaligus menjadi upaya preventif untuk menekan praktik perundungan di media sosial.
Kegiatan seminar menjadi program kerja mahasiswa Asistensi Mengajar dari Program Studi Pendidikan Sosiologi UM. Seminar yang bertajuk Sociology’s Talk ini membahas secara khusus bahaya cyberbullying serta dampaknya bagi korban.
Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran siswa bahwa cyberbullying merupakan bentuk kejahatan digital yang dapat berdampak serius terhadap kesehatan mental dan sosial.
Talkshow bersama Penyintas Kasus Bullying
Seminar diikuti oleh seluruh siswa kelas XII peminatan sosiologi dengan pemateri berasal dari mahasiswa Asistensi Mengajar Pendidikan Sosiologi UM. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan talkshow sebagai bagian dari implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) untuk siswa kelas X.
Talkshow bertema “Aku Kuat, Aku Berharga” ini membahas pencegahan serta dampak bullying, baik secara langsung maupun di dunia digital. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari luar sekolah, yakni Wildan dari komunitas penyintas serta Fuad sebagai aktivis perlindungan anak dan perempuan.

Talkshow diawali dengan lomba yel-yel bertema anti-bullying dari masing-masing kelas X, dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh para pemateri, serta sesi tanya jawab interaktif. Sebagai tindak lanjut, siswa diminta menuangkan pemahaman mereka dalam bentuk ringkasan materi berupa tulisan, poster, infografis, maupun video.
Baca Juga: Kontribusi di Dunia Pendidikan, Mahasiswa UM Program Asistensi Mengajar di SMKN 2 Trenggalek
Selain itu, siswa juga menuliskan pesan tentang pengalaman atau perasaan tidak menyenangkan terkait bullying, yang kemudian dikumpulkan kepada wali kelas masing-masing.
Melalui rangkaian kegiatan ini, mahasiswa Asistensi Mengajar UM tidak hanya memperoleh pengalaman dalam mengembangkan pembelajaran di kelas, tetapi juga berkontribusi aktif dalam menanamkan nilai-nilai sosial, empati, serta penguatan karakter sesuai nilai Pancasila kepada para siswa.
Program Asistensi Mengajar menjadi sarana penting bagi mahasiswa UM dalam mempersiapkan diri sebagai calon pendidik yang profesional, peka terhadap isu sosial, dan siap menghadapi tantangan pendidikan di masa depan. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Feni Yusnia
Editor: Dwi Lindawati








