Tugujatim.id – Sejarah politik luar negeri Indonesia pernah menorehkan catatan penting sekaligus mencengangkan. Indonesia keluar dari keanggotaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 7 Januari 1965 alias tepat 60 tahun yang lalu. Kala itu, Presiden Soekarno sendiri mengumumkan langsung keputusan tersebut.
Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan. Laman RRI menulis, Indonesia keluar dari PBB akibat gejolak politik antara Indonesia dengan Malaysia. Malaysia ditetapkan menjadi salah satu anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.
Baca Juga: Memaknai Hari Braille Sedunia Setiap 4 Januari, Ini Sejarahnya!
Tak pelak, keputusan PBB tersebut memantik reaksi keras, salah satunya dari Presiden Soekarno. Dia berpandangan bahwa pembentukan Federasi Malaysia merupakan bentuk neokolonialisme dan imperialisme yang didukung negara-negara Barat, terutama oleh Inggris.
Selain itu, pihak pemerintah Indonesia kala itu memandang bahwa PBB tidak lagi bersikap netral, bahkan cenderung berpihak pada kepentingan negara-negara besar. Atas dasar ini, Indonesia memutuskan keluar dari keanggotaan PBB. Keputusan hengkang ini juga menjadi bentuk protes terhadap kebijakan organisasi lintas negara tersebut.
Sementara, Arifin Suryo Nugroho menerbitkan artikel dalam Jurnal Sejarah dan Budaya.volume 10, nomor 2, Desember 2016. Dia menulis bahwa pada 1961, Inggris mencoba menggabungkan wilayah koloninya di Semenanjung Malaka, Singapura serta Kalimantan Utara menjadi satu dalam Federasi Malaysia. Rencana ini ditentang oleh Pemerintah Indonesia.
Presiden Soekarno berpandangan bahwa Federasi Malaysia hanya negara bentukan Inggris, dan hal ini memungkinkan Inggris untuk melakukan kontrol atas Asia Tenggara, terutama Indonesia sebagai tetangga terdekat. Ketegangan hubungan antara Indonesia dengan Malaysia semakin ditegaskan oleh Presiden Soekarno.
Baca Juga: Renungan Sejarah lewat Hari Bela Negara Setiap 19 Desember
Pada 7 Januari 1965, Presiden Soekarno mengumumkan Indonesia keluar dari PBB. Tak hanya itu, Presiden Soekarno kemudian membentuk kekuatan baru, yaitu The New Emerging Force (NEFO) sebagai representasi negara-negara dunia ketiga sebagai kekuatan baru untuk melawan The Old Establsihed Force (OLDEFO) yang berisi negara-negara maju.
Namun, keputusan Indonesia keluar dari PBB tidak berlangsung dalam waktu lama. Akibat perubahan situasi politik dalam negeri, Indonesia memutuskan kembali menjadi anggota PBB pada 28 September 1966 dan langsung menjadi anggota lagi tanpa pendaftaran ulang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








