BLITAR, Tugujatim.id – Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) turut menghadirkan inovasi digital dalam dunia pendidikan melalui Program Asistensi Mengajar Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) tahun ajaran 2024/2025 di SMKN 1 Blitar.
Program ini berlangsung selama lima bulan, mulai 1 Juli hingga 30 November 2024, dengan fokus utama pada penguatan pembelajaran akademik di kelas.
Selama periode 18 Juli hingga 29 November 2024, mahasiswa Asistensi Mengajar UM secara aktif terlibat dalam kegiatan pembelajaran di berbagai kelas.
Untuk mendukung efektivitas proses belajar mengajar, mahasiswa mempersiapkan beragam bahan ajar seperti handout, presentasi, hingga demonstrasi materi yang disesuaikan dengan karakteristik siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Upaya digitalisasi pembelajaran menjadi salah satu fokus utama dalam pelaksanaan program ini.
Mahasiswa UM memanfaatkan berbagai perangkat lunak pendukung pembelajaran, seperti Microsoft PowerPoint, Microsoft Excel, serta aplikasi interaktif Wheel of Names untuk meningkatkan partisipasi siswa di kelas.
Selain itu, digitalisasi asesmen pembelajaran juga diterapkan melalui pemanfaatan Google Classroom dan Kahoot, sehingga proses evaluasi menjadi lebih menarik, efektif, dan efisien.
Salah satu mahasiswa Asistensi Mengajar UM, Aditya Tri Wicaksono, turut berkontribusi langsung dalam kegiatan pembelajaran di SMKN 1 Blitar.

Ia membantu mengajar mata pelajaran Mekanika Teknik kelas X DPIB (6 JP), Estimasi Biaya Konstruksi kelas XI DPIB (8 JP), Estimasi Biaya Konstruksi kelas XI TKP (8 JP), serta Perencanaan Konstruksi kelas XI TKP (8 JP).
“Dalam pelaksanaan pembelajaran, Saya mengadopsi pendekatan pembelajaran aktif yang menggabungkan penggunaan perangkat digital, studi kasus, dan proyek untuk memfasilitasi pemahaman siswa,” ujar Aditya.
Melalui Program Asistensi Mengajar MBKM ini, mahasiswa Universitas Negeri Malang memperoleh pengalaman berharga, mulai dari pemahaman mendalam terhadap karakteristik peserta didik SMK, keterampilan dalam merancang pembelajaran yang efektif dan relevan, hingga kemampuan melaksanakan asesmen yang valid dan reliabel.
“Terlepas dari berbagai output kegiatan yang telah dihasilkan, pengalaman asistensi mengajar telah memberikankontribusi signifikan terhadap pengembangan kompetensi pedagogik, profesional, personal, dan sosial,” tambahnya.

Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan wawasan terkait struktur dan pengelolaan sekolah serta keterampilan berkolaborasi dengan guru dan tenaga kependidikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
Program ini sekaligus menjadi wujud kontribusi nyata Universitas Negeri Malang dalam mendukung inovasi pendidikan dan peningkatan kualitas pembelajaran berbasis digital di sekolah menengah kejuruan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Feni Yusnia
Editor: Darmadi Sasongko








