BATU, Tugujatim.id – Seorang wisatawan curhat di media sosial (medsos) hingga viral usai mengaku ditarif parkir mahal oleh oknum jukir liar di Alun-Alun Kota Batu. Jukir tersebut menarik harga parkir di luar standar senilai Rp10 ribu.
Warga bernama Yoga itu viral mengeluh di media sosial. Yoga menuturkan, pengalamannya terjadi pada Selasa (06/01/2026) usai jalan-jalan di Alun-Alun Kota Batu.
Baca Juga: Wacana Street Food Alun-Alun Jember Perlu Kajian Menyeluruh Sebelum Realisasi
”Kami waktu itu kebetulan lagi ada project di Malang. Kami setelah itu ingin ke alun-alun karena sudah lama banget enggak ke sana,” kata Yoga saat dikonfirmasi pada Senin (12/01/2026).
Yoga memarkir mobilnya di Jalan Munif atau di lokasi parkir sisi selatan Alun-Alun Kota Batu. Saat hendak keluar parkir, dia diminta membayar jukir liar sebesar Rp10 ribu. Meski tarifnya tidak masuk akal, dia memilih mengalah agar menghindari keributan.
”Kebetulan lokasi kami parkir ada plakat warna biru isinya soal tarif parkir, kalau motor itu Rp2 ribu dan mobil Rp3 ribu kalau nggak salah. Dan jukir yang narik kami itu juga nggak pakai rompi,” kisah Yoga.
Wisatawan Pilih Mengalah Hindari Keributan
Dia mengatakan, dirinya memilih mengalah karena masih momen liburan dan menghindari keributan.
”Saya memilih mengalah mungkin karena momen masih liburan, ya daripada ribut-ribut. Tapi mobil sebelah saya saat itu juga ditarik Rp10 ribu protes dan kekeh bayar sesuai tarif seperti di plakat,” imbuhnya.
Baca Juga: Sidak Progres Revitalisasi Alun-Alun Sidoarjo, Wabup Minta Proyek Selesai sesuai Kontrak
Keluhan wisatawan Alun-Alun Kota Batu tersebut semakin memperparah sorotan warga atas praktik jukir liar tidak bertanggung-jawab.
Karena itu, Pemerintah Kota Batu melalui dinas perhubungan dalam waktu dekat telah memasang sistem gate parkir untuk memastikan tarif sesuai Perda. Sistem ini dirancang agar wisatawan mendapatkan karcis resmi dan membayar sesuai tarif tetap yang ditentukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Ulul Azmy
Editor: Dwi Lindawati








