TUBAN, Tugujatim.id – Manajemen RSUD dr Koesma Tuban memastikan layanan tetap aman meski berlangsung mutasi 82 Pegawai Negeri Sipil (PNS) ke sejumlah Puskesmas.
Pernyataan tersebut menjawab kekhawatiran dampak dari perpindahan tersebut terhadap pelayanan rumah sakit, terutama bagi pasien yang setiap hari mengandalkan layanan RSUD sebagai rumah sakit rujukan.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr. R. Koesma Tuban, drg. Heni Purnomo Wati memastikan, mutasi tidak akan mengganggu pelayanan kesehatan di rumah sakit.
Heni menegaskan, manajemen telah melakukan perhitungan dan penyesuaian sebelum kebijakan dijalankan.
“Insyaallah tidak ada masalah,” ujar drg. Heny saat dikonfirmasi, Rabu (14/01/2026).
Pihaknya menjelaskan, jumlah pegawai yang dimutasi dari RSUD dr. R. Koesma ke puskesmas dana pelayanan kesehatan lainnya mencapai 82 orang. Rinciannya terdiri dari tiga pegawai pada gelombang pertama, kemudian 15 orang, dan disusul 64 pegawai lainnya.
“Totalnya 3 ditambah 15, ditambah 64. Jadi keseluruhan ada 82 pegawai,” jelasnya.
Meski jumlah tersebut terbilang besar, drg. Heni menegaskan, kebutuhan pelayanan rumah sakit tetap menjadi perhatian utama. Manajemen, kata dia, telah memastikan bahwa unit-unit pelayanan tidak akan mengalami kekosongan tenaga yang berpotensi menghambat operasional rumah sakit.
Menurutnya, mutasi pegawai merupakan bagian dari dinamika ASN yang bertujuan untuk pemerataan dan penguatan layanan kesehatan, khususnya di tingkat puskesmas. Namun demikian, RSUD tetap melakukan penyesuaian agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
RSUD dr. R. Koesma Tuban selama ini menjadi salah satu rumah sakit rujukan utama di wilayah setempat. Dengan beban layanan yang cukup tinggi, ketersediaan sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam menjaga mutu dan kecepatan pelayanan kesehatan.
Karena itu, kepastian dari pihak manajemen bahwa mutasi tidak berdampak pada pelayanan menjadi perhatian penting. Rumah sakit, tetap beroperasi seperti biasa dengan dukungan tenaga kesehatan dan nonkesehatan.
Ia juga menegaskan bahwa kebijakan mutasi tersebut telah melalui pertimbangan dan koordinasi lintas sektor, sehingga tidak dilakukan secara mendadak tanpa perhitungan. Penyesuaian internal disebut sudah disiapkan untuk memastikan pelayanan kepada pasien tetap berjalan optimal.
Dengan adanya mutasi ini, masyarakat diharapkan tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal, baik di RSUD maupun di puskesmas. Pemerataan aparatur kesehatan dinilai penting untuk memperkuat layanan di tingkat primer tanpa mengurangi kualitas layanan di rumah sakit.
RSUD dr. R. Koesma Tuban pun memastikan tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, meski terjadi pergeseran personel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








